NEWS
Trending

Trafo 3D Trafindo Solusi Atasi Beban Listrik Tidak Terpakai

Listrik Indonesia | PT. Trafoindo Prima Perkasa (Trafindo) mengeluarkan produk anyar trafonya yaitu Trafo 3D yang kini mulai diminati pasar.

Terkadang beban listrik yang tidak terpakai (kVAR) masih menjadi persoalan di sektor industri khususnya pabrik ataupun kawasan industri. Akhirnya pabrikan mengharuskan membayar ongkos penggunaan listrik/energi yang tidak terpakai, karena tidak mencapai angka Cos Phi (faktor daya) standar 0,8 yang ditetapkan PLN.

Director Trafindo David C Limputra mengatakan, persoalan tersebut sering dijumpai oleh kliennya, terlebih pada waktu Pandemi di mana harus menurunkan produksi. Sehingga beban yang tidak terpakai pun harus ditanggungnya.

Melihat persoalan tersebut, Trafindo akhirnya mengeluarkan trafo 3D. "Dengan Trafo 3D, Cos Phi-nya bisa normal meskipun kapasitas produksinya menurun. Dan ini membuat Costumer kita merasa terbantu dengan menggunakanTrafo 3D," ujar David kepada Listrik Indonesia di JIEXPO, Jakarta. Rabu, (14/9/2022).

Trafo 3D ini mempunyai dua tipe yaitu Oil-Immersed (Trafo basah) yang dikembangkan sejak 2020 dan Cast Resin Dry Type (Trafo kering) merupakan tipe terbaru.  Cast Resin Dry Type Trafo ini mempunyai keunggulan bebas perawatan, tahan api, tahan kelembapan, ramah lingkungan dan hemat biaya operasional. Trafo ini terdiri dari 3 single core frame, setiap single core frame terbuat dari trapezoid silicon steel tape yang membentuk wound single core frame yang kemudian dirakit menjadi satu dan membentuk struktur “segitiga sama sisi” yang sangat rapat dan compact.

Dengan begitu, Trafo dry type ini dapat dipasang lebih dekat dengan beban, sehingga dapat menghemat kabel tegangan rendah. Dari sudut pandang pembangunan gardu distribusi, maka memilih menggunakan dry trafo akan menghasilkan penghematan biaya hingga 30%.

"Harga Trafo 3D ini lebih tinggi 30-40 persen dari trafo pada umumnya, namun dari sisi teknologi lebih unggul. Kami juga memberikan garansi dan after sales seperti perawatan,"bebernya.

Ekspansi ke EV Charger

Selain handal membuat berbagai jenis trafo. Perusahaan yang berdiri sejak 1981 ini mencoba peruntungan masuk ke bisnis EV Charger melalui anak usahanya PT Powerindo Prima Perkasa. Tak butuh waktu lama sejak ekspansinya di tahun 2018, EV Charger bermerk Proteksindo ini kian diminati pasar.

Pertama, kata David, pada tahun 2018 Proteksindo sudah menyuplai 2 unit EV Charger ke GBK untuk kebutuhan Asian Games 2018. Kemudian, PLN dan Grab juga ikut memesan dan yang baru ini adalah Perusahaan otobus Mayasari Bakti kita suplai 10 unit untuk kebutuhan bus listriknya yang dipakai oleh TransJakarta.

"Kita Sekarang punya produk EV Charge buat umum dan rumah dari berbagai jenisnya. kita sudah bisa membuat hingga fast charging dan kita bisa meningkatkan lokal kontenya untuk produk EV Charge," ujarnya.



Kembali David mengungkapkan, bahwa saat ini pasar trafo mulai tumbuh kembali. Selain memenuhi permintaan PLN dan pemerintah. Trafindo juga menyuplai ke sektor swasta.

"Saya rasa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan akan terus berlanjut. Kita mendukung dengan menyiapkan trafo dengan tegangan rendah hingga tinggi dan berbagai jenis lainnya," pungkasnya.

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button