Business CORPORATION Fossil Fuel ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Transisi Blok Rokan, Chevron Maksimalkan Pengeboran

Transisi Blok Rokan, Chevron Maksimalkan Pengeboran
Instalasi di Wilayah Kerja Blok Rokan, Riau [Foto: Dok. LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) atas sokongan SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas dan Gas Bumi) terus memaksimalkan pengeboran minyak di Wilayah Kerja (WK) Blok Rokan, Riau.

Upaya produksi minyak dilakukan terus, meski blok penghasil minyak nomor dua terbesar di Indonesia itu dalam status transisi alih kelola. Pada Agustus mendatang, Blok Rokan di bawah pengelolaan PT Pertamina Huku Rokan (PHR). 

Dalam proses transisi dimaksud, CPI harus menyerahkan aset ke PHR sesuai peraturan yang berlaku. 

BACA JUGA: Menteri ESDM 'Sentil' Pertamina EP, Produksi Belum Capai Target

Salah satu aset yang belakangan ini menjadi polemik adalah Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) North Duri Cogeneration (NDC) berkapasitas 300 MW, yang menghasilkan output berupa daya listrik 300 MW dan uap 3.140 MMBTU sekaligus. 

Listrik pada operasional lapangan dipakai buat penyuntikan uap ke sumur-sumur minyak. 

PLTG dikelola oleh PT MCTN (Mandau Cipta Tenaga Nusantara). Saham perusahaan ini dimiliki CSL (Chevron Standard Ltd.) sebesar 95 persen  dan PT Nusa Galih Nusantara (NGN) sebesar lima persen. CLS sendiri terafiliasi dengan Chevron Corporation.

Belakangan disebut-sebut, PLTG tidak dimasukkan sebagai aset yang ditransfer dari CPI kepada PHR. CPI tidak ingin mentransfer aset ini secara cuma-cuma. CPI menyatakan berhak melelang pembangkit tersebut kepada penawar tertinggi. Nilainya ditaksir sekitar Rp4,2 triliun.


Pengadaan Barang dan Jasa

Di tengah proses transisi, SKK Migas terus mengupayakan agar Blok Rokan dapat mencapai target 2021, menjaga penerimaan negara, serta tetap berkontribusi pada perekonomian nasional --khususnya Riau. 

BACA JUGA: Pemprov Tuntut Jabatan Komisaris dan Direksi di Pertamina Hulu Rokan

Untuk menahan turunnya produksi minyak Blok Rokan, SKK Migas menargetkan penyelesaian pengeboran 192 sumur oleh CPI dan nantinya dilanjutkan PHR. 

SKK Migas telah memberikan dukungan nyata. Salah satunya berupa percepatan pengadaan barang dan jasa, termasuk persetujuaan daftar pengadaan barang dan jasa (procurement list) yang diperlukan, serta mengawal jalannya proses pengadaan untuk memastikan pemenuhan program kerja tersebut.

Saat ini kontrak barang dan jasa kebutuhan 115 sumur telah selesai dilaksanakan. Pengadaan barang dan jasa untuk kebutuhan 77 sumur tambahan diperkiraan selesai akhir bulan ini.



“Dalam alih kelola WK Rokan ini, SKK Migas terus memaksimalkan potensi blok ini untuk menyuplai kebutuhan produksi migas nasional sekaligus mendukung produksi minyak 1 juta barel pada 2030," ujar Rudi Satwiko, Plt. Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas, seperti tertuang dalam keterangan tertulisnya yang diterima LISTRIK INDONESIA, Kamis, 29 April 2021.

Ditambahkan, SKK Migas juga berkomitmen agar kegiatan operasional Blok Rokan mengutamakan penggunaan barang dan jasa produksi dalam negeri. Karenanya, pengusaha dan tenaga kerja lokal memaksimalkan partisipasinya. 

“Pengadaan barang dan jasa untuk kebutuhan Blok Rokan disuplai sepenuhnya oleh perusahaan-perusahaan dalam negeri serta melibatkan tenaga kerja dalam negeri. Hal ini penting dalam rangka memutar roda perekonomian dalam negeri, terutama di masa pandemi ini," ujar Erwin Suryadi, kepala Divisi Pengelolaan Barang dan Jasa, dalam rilis pers yang sama.

Upaya-upaya untuk menghadirkan dampak positif pada daerah maupun perekonomian nasional merupakan komitmen CPI, PHR, dan SKK Migas. 

BACA JUGA: Target Agresif 2021, SKK Migas Release Daftar Pengadaan Hulu Migas

"Kami membangun sistem pengadaan yang seamless, sehingga proses transisi menjadi lancar dan memberikan kontribusi positif bagi produksi dan lifting migas nasional.” Erwin menambahkan.

Hingga berita ditayangkan, kegiatan pengeboran telah berjalan di 43 sumur. Upaya yang sama dilanjutkan di sumur lainnya di WK Blok Rokan.

"Perlu dicatat bahwa ini salah satu best effort SKK Migas untuk pengeboran 200-an sumur di tahun 2021, dan masih akan berlanjut lagi di tahun-tahun berikutnya," tutur Erwin. (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button