CORPORATION NEWS
Trending

Upaya PLN Jaga Keandalan dan Pasokan Listrik

Upaya PLN Jaga Keandalan dan Pasokan Listrik

PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) terus bertransformasi dalam menjaga keandalan dan ketersedian pasokan listrik bagi seluruh bangsa Indonesia. Tentunya, beban tanggungjawab yang berada di pundak perusahaan BUMN dalam sektor kelistrikan tidak mudah.

Diantaranya, PLN terus berupaya memberikan “kado istimewa” di HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Ke-75 tahun dengan mendorong hadirnya megaproyek kelistrikan 35.000 MW. Dalam upaya, perusahaan ‘stroom’ pelat merah ini meningkatkan rasio angka elektrifikasi bagi masyarakat, yang terkenaldengan sebutan program 75/100, yaitu di ulang tahun Kemerdekaan RI ke-75, rasio angka kelistrikan di tanah air ditargetkan mencapai 100%.

Akan tetapi, hadirnya pandemi Covid-19 berdampak pada sektor ketenagalistrikan, khususnya PLN. Kondisi ini tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi PLN dalam menghadirkan keandalan dan kecukupan pasokan listrik di Indonesia.

Kondisi ini sangat menarik untuk dibahas bagi tim redaksi Listrik Indonesia, melalui “Bincang Ringan Stroom” dengan tema “Upaya PLN Menjaga Keandalan dan Suplai Kelistrikan Bagi Negeri”, dengan menampilkan Agung Murdifi, Executive Vice President Komunikasi Korporat & CSR PT PLN (Persero), Bahar Yahya, Pemimpin Redaksi Majalah Listrik Indonesia, dan Ario Soebijoko, Event Director Majalah Listrik Indonesia, melalui platform Zoom, Kamis (13/8).

Dalam kesempatan ini, Agung menjelaskan, saat ini PLN bersyukur keandalan dan suplai listrik dapat mencukupi kebutuhan masyarakat. “Keandalan dan suplai listrik yang cukup menjadi kredit poin bagi PLN. Sebelumnya, PLN pernah mengalami defisit listrik. Ini menjadi pencapaian yang terpenting bagi PLN,” ujar Agung.

Dia menjelaskan, angka rasio elektrifikasi hingga April 2020 sudah mencapai 98,93 persen secara nasional. “Pencapaian operasional PLN menjelang HUT Kemerdekaan RI Ke-75 tahun untuk sistem besar yang dimiliki perseroan sudah mencukupi, seperti di Sumatera dan Sulawesi sudah mampu menyukupi pasokan listrik,” jelas Agung.

PLN telah mengelola dan membangun pembangkitan listrik dalam berbagai kapasitas terpasang sebesar 58. 873 MW. “Untuk transmisi sudah tersambung sepanjang 55.000 kms, dan gardu induk 133.000 megavolt amper. Dengan total aset yang dimilik PLN sebesar Rp1.600 triliun,” jelas Agung.

Sementara itu, Bahar menyoroti tentang permasalahan metering yang sempat ramai di tengah masyarakat. “PLN perlu mendorong pembenahaan pencatatan metering agar lebih lebih transparan dengan menggunakan teknologi dan yang dianggap PLN paling efektif dan efisien. Meskipun demikian, kami mengapresiasi sejumlah langkah yang telah dilakukan PLN dalam penyelesaian masalah metering,” kata Bahar.

Di sisi lain, Ario menyinggung kesiapan PLN dalam program perpanjangan stimulus listrik hingga Desember 2020 agar tidak membebani keuangan PLN. “Stimulus listrik gratis dan diskon merupakan wujud PLN dalam membantu pemerintah meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19. Tetapi jangan sampai kinerja PLN dari sisi keuangan,” tutur dia.

Menanggapi hal tersebut, Agung menyampaikan, stimulus listrik gratis dan diskon merupakan bagian dari program pemulihan ekonomi nasional. Tentunya, PLN sebagai operator listrik milik negara sangat mendukung program dari pemerintah.

“Tentu saja pemerintah menggulirkan program ini sudah memperhitungkan kesehatan keuangan PLN. Yang terpenting, saat ini PLN berupaya penjaga keandalan dan kecukupan pasokan listrik di tengah pandemi Covid-19,” pungkas Agung. (TS)

 


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button