Business CORPORATION Fossil Fuel ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Vale Akhiri Puasa Dividen Enam Tahun Terakhir

Vale Akhiri Puasa Dividen Enam Tahun Terakhir
Kawasan pengolahan bijih nikel di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan [Foto: vale.com - LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Emiten pertambangan mineral PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) akhirnya tersenyum. Ia mengakhiri puasa pembagian dividen selama enam tahun terakhir. 

Vale kali terakhir membagikan dividen tunai pada tahun buku 2014. Sejak saat itu, perseroan belum pernah membagikan dividen lagi. 

Penantian para pemegang saham akan dividen INCO berakhir pada Kamis, 29 April 2021. 

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) menyetujui pembagian dividen tunai atas kinerja periode 2020. 

BACA JUGA: Sepertiga Nikel Dunia Ada di Sini

Vale Indonesia membagikan 40 persen laba bersih senilai US$82,81 periode 2020. Dengan demikian, jumlah dividen tunai yang akan dibayarkan perseroan senilai US$33 juta atau setara US$0,00333 per saham. 

Peluang INCO mengakhiri puasa pembagian dividen telah diprediksi sejak kehadiran PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau MIND ID sebagai pemegang saham. 

Vale Indonesia telah merampungkan proses transaksi divestasi saham kepada MIND ID pada Oktober 2020. 

Penjualan dan pengalihan 20 persen saham itu senilai Rp5,52 triliun yang terdiri atas 1,98 saham dengan harga pelaksanaan Rp2.780 per saham.

PT Vale Indonesia (yang saat itu bernama PT International Nickel Indonesia atau INCO) didirikan pada Juli 1968. 

BACA JUGA: Smelter Nikel Dikebut: Libatkan WIKA, PP, dan PLN

Kemudian pada tahun tersebut, Vale dan pemerintah Indonesia menandatangani Kontrak Karya (KK) yang merupakan lisensi dari pemerintah untuk melakukan eksplorasi, penambangan, dan pengolahan bijih nikel.

Sejak saat itu PT Vale memulai pembangunan smelter Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. 

RUPS pada 27 September 2011 menyetujui perubahan nama perseroan dari PT International Nickel Indonesia Tbk. (INCO) menjadi PT Vale Indonesia Tbk. (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button