Business CORPORATION NEWS
Trending

Waduh, Penjualan listrik PLN Baru 62 Persen

Waduh, Penjualan listrik PLN Baru 62 Persen
Wakil Direktur PLN Darmawan Prasodjo, penjualan listrik PT PLN (Persero) baru mencapai sekitar 62,3 persen. Padahal, PLN menargetkan penjualan listrik tahun ini hingga 255 TWh. (foto: net)

Listrik Indonesia | Hinga Agustus kemarin, penjualan listrik PT PLN (Persero) baru mencapai sekitar 62,3 persen. Padahal, PLN menargetkan penjualan listrik tahun ini hingga 255 TWh. Hal ini diungkapkan Wakil Direktur PLN Darmawan Prasodjo, dalam sebuah webinar di Jakarta.

"Akibat pandemi Covid-19, permintaan listrik berkurang, terutama di wilayah Jawa, Madura, dan Bali. Di Jawa, Madura, dan Bali di mana 75 persen demand kami di sana, demand berkurang lebih 12 persen dan dalam satu titik bisa 15—16 persen," ujar Darmo, sapaan akrab Darmawan, kemarin.

Dari catatannya, penjualan listrik pada Agustus 2020 mengalami penurunan sebesar 0,26 persen bila dibandingkan dengan Agustus 2019. Hingga Agustus kemarin, ucapnya, realisasi penjualan listrik mencapai 159 terawatt hour (TWh) atau hanya tumbuh sebesar 0,41 persen dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Secara nasional, saat ini permintaan berkurang rata-rata 7 persen. Kalau bicara pendapatan kami yang mencapai sekitar US$20 miliar, pengurangan 7 persen itu banyak," kata politisi PDIP ini.

Di Jawa-Madura-Bali, lanjutnya, pertumbuhan penjualan listrik pada  Agustus 2020 sebesar -2,11 persen. Sedangkan daerah lain, seperti Sumatra-Kalimantan masih tumbuh positif sebesar 3,92 persen, dan Sulawesi, Maluku, Papua, Nusa Tenggara masih tumbuh sebesar 7,88 persen.

Di tempat yang sama, EVP Corporate Planning PLN Hot Martua Bakara mengatakan, pihaknya telah memprogramkan beberapa proyek prioritas dalam rangka merespons dampak Covid-19.

"Prioritas pertama, bangun proyek mandatori dan prioritas kedua adalah proyek yang memberikan IRR [internal rate of return] tinggi. Ketiga, juga shifting dari supply driven ke demand driven. Kemudian, keempat juga stimulan untuk meningkatkan pendapatan dan prioritas kelima adalah optimasi pengiriman dan optimalisasi energi primer," ungkapnya. (pin)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button