NEWS
Trending

Wamen ESDM Genjot Pemanfaatan Geothermal

Wamen ESDM Genjot Pemanfaatan Geothermal
Listrik Indonesia | Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar, menyatakan ingin meningkatkan kapasitas listrik dengan kearifan lokal yang dimiliki Indonesia, dan meningkatkan konsumsi listrik per kapita. Pasalnya, konsumsi listrik per kapita merupakan salah satu indikator yang menunjukkan produktivitas.

Arcandra mengungkapkan, konsumsi listrik di Indonesia masih tergolong rendah, sekitar 900 kWh per kapita. "Suatu negara dapat dikatakan sebagai negara maju apabila konsumsi listrik mencapai sekitar 4.000 kWh per kapita," kata Arcandra di Jakarta, Selasa (10/01).

‎Untuk meningkatan konsumsi listrik, lanjut Arcandra, harus didukung dengan pasokan yang memadai. Meski begitu, saat ini cadangan energi yang bersumber dari bahan bakar fosil mengalami penurunan, karena itu Energi Baru Terbarukan (EBT) harus lebih banyak lagi digunakan, nantinya tidak lagi sebagai energi alternatif.

Tak hanya itu, sesuai dengan Kebijakan Energi Nasional (KEN), untuk mencapai target bauran energi terbarukan pada 2025 mendatang sebesar 23%. Karena itu dia akan mendorong pengembangan semua potensi energi terbarukan di Indonesia.

Ia mencontohkan, negara di Eropa Barat seperti Denmark dan Belanda yang memiliki potensi energi angin yang besar, memfokuskan pengembangan energi terbarukan pada Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), sedangkan Jepang berfokus pada pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Sementara di Indonesia, potensi EBT-nya yakni panas bumi. Maka dari itu, ‎perlu didorong pemanfaatannya.

"Bagaimana dengan renewable energy di Indonesia? Panas Bumi adalah kearifan lokal kita. Karena tidak semua negara punya panas bumi. Karena itu pengembangan potensi panas bumi perlu kita dorong secepatnya," tandasnya. (RG)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button