NEWS
Trending

Wujud Sila Kelima, Pemerintah Yakin BBM Satu Harga Dapat Teralisasi

Wujud Sila Kelima, Pemerintah Yakin BBM Satu Harga Dapat Teralisasi
Listrik Indonesia | Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan program bahan bakar minyak (BBM) satu harga telah mencapai 60 titik, dan terus dijalankan karena program ini merupakan wujud implementasi sila kelima (keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia). Hal tersebut diungkapkan oelh Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar beberapa waktu lalu dikutip dari laman esdm.go.id.

Ia mengatakan, saat ini program BBM satu harga telah mencapai 60 titik dengan target tahun ini sebanyak 130 titik, untuk itu program ini harus tetap dijalankan. “Program ini harus tetap dilaksanakan bagaimanapun kondisinya karena ini wujud sila ke-5,” katanya, seperti ditulis (26/07).
Arcandra memperkirakan untuk biaya yang diperlukan dalam merealisasikan program tersebut kurang dari Rp 1 triliun. “Kalau semua dilakukan dengan harga crude sesuai harga saat ini, maka cost (biaya) yang dikeluarkan untuk program BBM satu harga diperkirakan kurang dari Rp 1 triliun. Jadi kalau dikatakan cost yg dikeluarkan sangat besar, dari data yang saya terima kurang dari Rp 1 triliun,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sudah selayaknya semua pihak memiliki semangat yang sama, agar BBM satu harga terdistribusi secara tepat sasaran dan memberikan efek positif bagi masyarakat.


Tentu, hal ini memerlukan dukungan berbagai pihak, agar energi yang ditujukan bagi masyarakat di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Selain itu, lanjutnya, program ini jangan sampai tercederai oleh adanya sekelompok oknum yang memperolehj keuntungan dengan cara yang tidak baik.

 

Sebab, program ini merupakan instruksi Presiden Joko Widodo yang ingin menyeragamkan harga BBM di pelosok Indonesia, meskipun kondisi yang dihadapi terpencil dan sulit dalam pendistribusiannya.

Seperti diketahui, distribusi BBM selama ini terkendala oleh kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari 17.504 pulau yang dikelilingi perairan serta bentang topografi yang tak beraturan baik dataran rendah maupun menurun. Lalu lanjutnya, infrastruktur yang belum memadai juga menjadi tantangan dalam mewujudkan pemerataan energi hingga pelosok negeri. (RG)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button