NEWS Figure PROFILE
Trending

ZULKIFLI ZAINI; Memberi Lebih

ZULKIFLI ZAINI; Memberi Lebih
Zulkifli Zaini [Foto: tagar.id - LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Erick Thohir memilih Zulkifli Zaini untuk menempati kursi Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero). 

Keputusan itu kemudian disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN pada Senin, 23 Desember 2019.

Sebelumnya, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara santer diprediksi bakal memimpin PLN.

Di forum RUPS, Menteri Erick langsung menyatakan lima tugas khusus yang wajib dijalankan Zulkifli. 

Pertama, memastikan PLN mampu menopang pertumbuhan ekonomi melalui penyediaan suplai listrik ke seluruh perdesaan. Membangun tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance, GCG), transparansi, dan cepat dalam bertindak. 

Kedua, harus mampu mengatasi pemadaman listrik atau security of supply. Ketiga, menetapkan tarif listrik yang terjangkau dan berkeadilan.

Keempat, operasional PLN harus efisien. Kelima, PLN harus memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT). Perusahaan juga harus memiliki kemitraan yang sehat, adil, dan dalam ekosistem yang kondusif.

Zulkifli bukanlah orang baru di PLN. Dia telah menyiapkan strategi sebagai pondasi guna merealisasikan anamah yang diembannya. PLN harus ditopang organisasi yang efisien, solid, dan sumber daya yang kompeten. 

Tak kalah pentingnya tentu mesti hadir kondisi keuangan perusahaan yang senantiasa sehat --baik secara neraca maupun arus kas.

Zulkifli kembali berkantor di Trunojoyo setelah sempat selama empat tahun di sana, yakni sebagai komisaris (Juli 2013-April 2015). Ia bankir kedua yang manakhodai PLN, setelah Sofyan Basyir. sebelumnya Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.

BACA JUGA: Komitmen Berantas Korupsi, PLN dan KPK Integrasikan Pengaduan

Berkiprah 31 tahun di industri perbankan menjadi pertaruhan Zulkifli guna memperbaiki sistem keuangan PLN. Tuntutan ini bukan cuma berasal dari pemerintah, namun juga menjadi harapan wakil rakyat di DPR RI. PLN harus lebih baik dibanding sebelumnya, khususnya kondisi keuangannnya.

Zulkifli sendiri mengawali karirnya di sektor perbankan dengan bergabung di Bank Bapindo --sekarang PT Bank Mandiri Tbk. Posisinya staf account officer (AE). 

Prestasinya membawa dirinya menduduki pos direktur teknologi dan operasional Bank Mandiri (September 2003-Juli 2010). Selanjutnya memimpin sepenuhnya bank milik pemerintah yang tercatat memiliki aset terbesar kedua nasional ini sebagai direktur utama, yang diembannya hampir tiga tahun (Juli 2010-April 2013).

Bersama Bank Mandiri, ia mengawal pendanaan PLN menjalankan proyek pembangkit 10 ribu megawatt (MW) pada era Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Di sini, Zulkifli semakin menguasai dinamika bisnis listrik. Wajar bila Menteri BUMN Dahlan Iskan menugasi Zulkifli mengawasi perputaran roda kinerja PLN sebagai komisaris. 

Usai tahap itu, urang awak ini kembali ke habitat perbankan. Tepatnya sebagai Komisaris Independen PT Bank Negara Indonesia Tbk. (Maret 2015-Maret 2016). Kemudian Komisaris Independen PT Indonesia Infrastruktur Finance (Juni 2016-November 2017).



Bukan Tugas Ringan 

Sesungguhnya, kursi dirut PLN sama sekali tidak empuk. Ini kursi panas, terlebih kondisi keuangan persero yang boleh disimpulkan rapuh selama ini. Tak heran jika sahabat Zulkifli di kalangan bisnis pagi-pagi hari mengingatkannya supaya tidak gampang berutang. 

Memasuki 2021, guna benar-benar mewujudkan kinerja keuangan yang positif maka ia harus membawa kapal PLN berpendapatan Rp391,6 triliun dan beban Rp372,2 triliun. Situasi dan kondisi yang tidak mudah.

"Di tengah pandemi covid-19, kami berupaya meningkatkan pendapatan dengan meningkatkan penjualan tenaga listrik kepada pelanggan besar. Mendengar harapan dan keinginan pelanggan, dan melakukan kajian demand pelanggan besar," kata Zulkifli saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR di Jakarta, akhir Agustus 2020.

PLN harus terus meningkatkan penjualan tenaga listrik. Pada saat yang sama tentu memastikan kecukupan pasokan listrik.

BACA JUGA: PLN Bakal Konversi 5.200 PLTD ke Pembangkit Energi Terbarukan

Akankah Zulkifli benar-benar mampu dan sukses menjawab tantangan yang diberikan Menteri BUMN Erick Thohir? Ia tengah berupaya

Pada beberapa kesempatan ia menyatakan prinsipnya dalam bekerja. Bertekan memberikan hasil dan prestasi lebih. 

"Simpel pegangan saya; selalu bekerja melebihi harapan pemberi tugas," tegas. Kita menantikan apakan hal ini terealisasi di PLN atau tidak. 


BIO DATA 

Nama lengkap: Zulkifli Zaini
Tempat lahir: Bukit Tinggi, Sumatera Barat
Tanggal lahir: 13 Januari 1956

Almamater:
Institut Teknologi Bandung (Sarjana Teknik, 1980)
Universitas Washington (MBA, 1994)

Karir:
Civil & Structural Engineer pada Wiratman and Associate (1980)
Account Officer di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) (1988) 
Head of Project Finance Bapindo Cabang Surabaya (1994) 
Wakil Kepala Cabang Bapindo Cabang Bandung (1996) 
Kepala Cabang Bapindo Jambi (1998) 
Senior Manager dan Team Leader Credit Risk Management PT Bank Mandiri 
Vice President and Division Head, Government Relationship Management PT Bank Mandiri (September 1999-Januari 2003)
Managing Director Distribution Network, Managing Director Commercial Banking
Supervisi Small Business Segment
Komisaris Independen PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (sejak 17 Maret 2015)
Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (2010)
Ketua Komite Tetap Kebijakan Keuangan (bidang Perbankan dan Financial) Kadin Indonesia (November 2010)
Ketua Umum Ikatan Bankir Indonesia (IBI) (Juni 2011)

Penghargaan:
The Best Chief Executive Officer in Indonesia dari Corporate Governance Asia (2012). (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button