Agar Tetap Kompetitif, Pertamina Lakukan Penyesuaian Harga BBM Non Subsidi

Kamis, 02 November 2023 | 11:33:44 WIB
Salah satu petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina sedang melakukan pengisian BBM kepada pelanggan. (Dok. PT Pertamina (Persero))

Listrik Indonesia | PT Pertamina (Persero) atau Pertamina, sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, terus berkomitmen mendukung target Net Zero Emission (NZE)  2060 melalui program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

Salah satu upaya yang dilakukan, melalui PT Pertamina Patra Niaga, sebagai Subholding Commercial & Trading Pertamina, terus melakukan evaluasi harga jual produk-produk BBM non subsidi  atau jenis bahan bakar umum (JBU) secara berkala. Pada periode 1 November 2023, Pertamina Patra Niaga kembali melakukan penyesuaian turun harga untuk Pertamax Series  dan Dex Series. 

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, menjelaskan harga baru per 1 November 2023 ini sudah sesuai dengan penetapan harga yang diatur dalam Kepmen ESDM No.245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62/K/12/MEM/2020  tentang formulasi harga JBU atau BBM non subsidi. 

“Harga BBM non subsidi Pertamina mempertimbangkan berbagai aspek diantaranya minyak mentah, publikasi MOPS dan Kurs, agar Pertamina tetap dapat menjamin penyediaan dan  penyaluran BBM hingga ke seluruh pelosok Tanah Air,” jelas Irto, melalui siaran pers, Rabu (1/10/2023).

Irto menambahkan, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendapatkan penugasan pendistribusian BBM hingga ke pelosok negeri, pihaknya berkomitmen penuh untuk menyediakan dan menyalurkan BBM berdasarkan prinsip Availability, Accessibility, Affordability, Acceptability dan Sustainability.

“Pertamina Patra Niaga berkomitmen menyediakan pasokan produk BBM berkualitas diseluruh wilayah Indonesia. Tidak hanya di kota-kota besar namun ke seluruh pelosok negeri, dengan  harga yang kompetitif,” tambahnya. 

Terkait hal ini, Pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin mengatakan untuk BBM non subsidi, penyesuaian turun harganya sangat tepat, dilakukan melihat mekanisme pasar dan sesuai dengan kebijakan masing-masing badan usaha. 

"Ketika harga biaya produksinya keekonomian mengalami penurunan dan harga jualnya sekarang sudah di atas harga keekonomian saya pikir cukup rasional bagi badan usaha melakukan penyesuaian harga BBM Non Subsidi,” ujar Gunawan.

Ditambah pada Oktober, lanjut dia, ada kenaikan harga minyak mentah dunia yang dipicu terjadinya konflik antara Hamas dengan Israel. Saat ini harga minyak tersebut ditransaksikan di kisaran $81 per barelnya. Harga BBM Pertamina untuk yang non subsidi, jika dibandingkan dengan harga dari kompetitor Pertamina terpantau masih lebih kompetitif," imbuh Gunawan. (*)

 

Tags

Terkini