Pacu Kemajuan Industri Dirgantara, BRIN Selenggarakan Nurtanio Award 2024

Selasa, 26 November 2024 | 11:01:14 WIB
BRIN bekerja sama dengan LPDP menyelenggarakan Anugerah Talenta Unggul Nurtanio Award dan Nurtanio Pringgoadisuryo Memorial Lecture 2024 di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung BJ Habibie, Jakarta pada Selasa (26/11/2024).

Listrik Indonesia | Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan LPDP kembali menyelenggarakan Anugerah Talenta Unggul Nurtanio Award dan Nurtanio Pringgoadisuryo Memorial Lecture 2024 di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung BJ Habibie, Jakarta pada Selasa (26/11/2024).

Penghargaan Nurtanio Award 2024 diberikan kepada Prof. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D., yang telah berjasa dalam perkembangan IPTEK di bidang penerbangan dan antariksa di Indonesia. 

Dalam sambutannya, Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko mengungkapkan bahwa penguatan kompetensi periset menjadi menjadi fokus BRIN saat ini.

“Memang pasca integrasi lapan ke BRIN, bagaimana kita memperkuat dan meningkatkan kapasitas kompetensi para periset kami,” ungkapnya.

Laksana juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara peneliti dan industri untuk mendukung pertumbuhan industri pertahanan, khususnya kedirgantaraan.

“Bagaimana bisa melibatkan industry, itu sebabnya, jadi tadi saya akan berdiskusi bagaimana kita bisa memperkuat industri pertahanan, terkait dengan kedirgantaraan,” jelasnya.

Sebagai informasi tambahan, Nurtanio Pringgoadikusumo adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah dirgantara Indonesia. Lahir pada tanggal 3 Desember 1923 di Kandangan, Kalimantan Selatan. 

Penghargaan ini sekaligus menjadi penghormatan bagi Nurtanio Pringgoadisuryo, salah satu tokoh penting dalam sejarah penerbangan Indonesia. 

Nurtanio dikenal sebagai pionir dalam industri penerbangan di Indonesia. Ia adalah sosok yang visioner dan berdedikasi tinggi dalam memajukan teknologi penerbangan tanah air.

Pada tahun 1947, bersama rekannya Wiweko Soepono, Nurtanio berhasil membuat pesawat layang Zogling NWG (Nurtanio-Wiweko-Glider). Pada tahun 1954, ia menciptakan pesawat tempur pertama di Indonesia yang diberi nama "Si Kumbang", pesawat berbahan logam sepenuhnya. Selain itu, ia juga menciptakan pesawat latih "Belalang" dan pesawat olahraga "Si Kunang".

Penghargaan atas jasanya datang dari berbagai pihak, termasuk pengakuan dari FAR Eastern Aero Technical Institute (FEATI) di Filipina pada tahun 1959. Warisan Nurtanio terus dikenang hingga kini, dengan berbagai institusi dan penghargaan yang diberikan atas namanya.

Tags

Terkini