Perusahaan Energi di Persimpangan Bisnis dan Keberlanjutan

Jumat, 24 Oktober 2025 | 16:19:04 WIB
Pertamina NRE dalam Asia Pacific Oil and Gas Conference and Exhibition (APOGCE) 2025. (Dok: Pertamina)

Listrik Indonesia | CEO Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) John Anis menegaskan pentingnya strategi bisnis yang inovatif dan kebijakan adaptif dalam mempercepat komersialisasi energi bersih. Hal tersebut ia sampaikan dalam ajang Asia Pacific Oil and Gas Conference and Exhibition (APOGCE) 2025 yang berlangsung pada 14–16 Oktober di Grand Sheraton Hotel, Jakarta.

Dalam forum internasional bertema “Navigating the Transition: Business Models and Policies for Sustainable Energy Commercialisation” itu, John menjelaskan bahwa transisi energi merupakan tantangan global yang memerlukan kerja sama lintas sektor dan lintas negara. Ia menilai, ketidakpastian regulasi, risiko teknologi, dan keterbatasan pembiayaan masih menjadi hambatan yang perlu diatasi bersama.

Menurutnya, keberhasilan transisi energi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan membangun ekosistem bisnis yang mampu menyeimbangkan antara kepentingan ekonomi dan keberlanjutan. 

“Transisi energi adalah tantangan global yang memerlukan pendekatan kolaboratif dan keberanian untuk berinovasi,” ujarnya.

Pertamina NRE, lanjut John, berupaya menjawab tantangan tersebut dengan mengembangkan model bisnis baru yang lebih fleksibel dan adaptif. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepastian investasi di sektor energi bersih sekaligus memperkuat daya saing industri energi nasional. Selain itu, perusahaan juga membuka peluang kemitraan global guna mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan.

Dalam praktiknya, Pertamina NRE memperluas kolaborasi internasional melalui kerja sama transfer teknologi, investasi lintas negara, dan penelitian bersama. Upaya ini menjadi bagian dari strategi dekarbonisasi jangka panjang dan menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pembangunan energi rendah karbon.

“Energi bersih bukan sekadar pilihan, melainkan keniscayaan masa depan,” tegas John. 

“Pertamina NRE siap menjadi bagian dari solusi global dalam memperkuat ketahanan energi dan mempercepat transisi menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan.”

Ia menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam membangun masa depan energi hijau.

“Membangun masa depan energi hijau membutuhkan aksi bersama pemerintah, pelaku industri, investor, dan masyarakat. Dengan kolaborasi, inovasi, dan kebijakan yang progresif, kita dapat menciptakan kemajuan berkelanjutan bagi Indonesia dan dunia,” tutupnya.

Tags

Terkini