Perkembangan Pembangkit Geothermal Masih Lambat, Ketum API Ungkap 3 Masalahnya

Selasa, 02 Desember 2025 | 11:24:10 WIB
Ketua Umum Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API), Julfi Hadi.

Listrik Indonesia | Ketua Umum Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API), Julfi Hadi mengungkapkan tiga persoalan utama yang menghambat perkembangan industri geothermal. Hal tersebut ia ungkapkan dalam Majalah Listrik Indonesia, Edisi 109, dikutip pada Selasa (02/12/2025).

Pertama, Julfi mengatakan bahwa banyak proyek panas bumi tidak dapat melanjutkan kegiatan setelah memasuki tahap eksplorasi.

“Dari sisi asosiasi, menyoroti tiga persoalan utama. Pertama, banyak proyek berhenti di tahap eksplorasi,” ungkapnya.

Kedua, aspek keekonomian dinilai belum menarik bagi investor. Perhitungan komersial yang dianggap belum menguntungkan membuat minat investasi pada proyek geothermal tidak sekuat sektor energi lainnya.

“Aspek komersial belum menarik karena perhitungan keekonomiannya belum menguntungkan bagi investor,” katanya.

Ketiga, berkaitan dengan hubungan antara pengembang swasta atau Independent Power Producer (IPP) dengan PLN.

“Kolaborasi antara pengembang swasta atau Independent Power Producer (IPP) dengan PLN masih perlu diperkuat,” tambahnya.

Ia mengatakan bahwa tiga hal tersebut harus dibenahi agar panas bumi tidak lagi dilihat sebagai sektor yang memiliki risiko tinggi.

Ia juga menyoroti pentingnya model proyek yang lebih realistis. Menurutnya, percepatan dapat dicapai bila proyek geothermal dilakukan secara bertahap.

“Kuncinya, proyek harus dilakukan secara bertahap, cepat mencapai COD, dan berisiko rendah. Model proyek skala kecil dengan capex rendah dan arus kas cepat menjadi pilihan yang lebih realistis untuk mendorong percepatan,” pungkasnya.

Tags

Terkini

Antam–IBC Kebut Proyek Baterai Titan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:14:35 WIB

Apa Itu MSCI dan Mengapa Penting bagi Pasar Modal Global?

Sabtu, 31 Januari 2026 | 10:26:58 WIB

PLN Electricity Services Mantapkan Arah Strategis 2026

Sabtu, 31 Januari 2026 | 09:06:17 WIB