Libur Nataru Picu Lonjakan LPG, Konsumsi Diproyeksi Naik 7%

Kamis, 18 Desember 2025 | 13:42:15 WIB
Gas LPG 3 KG.

Listrik Indonesia | Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memproyeksikan adanya peningkatan konsumsi energi, khususnya Liquefied Petroleum Gas (LPG), selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Lonjakan ini diperkirakan terjadi seiring meningkatnya aktivitas memasak rumah tangga dan operasional tempat makan sepanjang masa libur akhir tahun.

Ketua Posko Nasional Sektor ESDM, Erika Retnowati, menyampaikan bahwa penyaluran LPG harian selama periode Nataru diproyeksikan meningkat sekitar 7,2 persen dibandingkan rata-rata penyaluran pada hari normal. Proyeksi tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Pembukaan Posko Nataru di Gedung BPH Migas, Jakarta, dikutip pada Kamis (18/12/2025).

“Proyeksi penyaluran LPG selama periode Posko Natal dan Tahun Baru diprediksi mengalami kenaikan sekitar 7,2% jika dibandingkan dengan rerata penyaluran normal,” ungkap Erika yang juga merupakan Anggota Komite BPH Migas.

Untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Pertamina (Persero) telah menyiagakan infrastruktur distribusi LPG di berbagai wilayah. Sebanyak 40 terminal LPG, 736 Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE), serta ribuan agen disiapkan guna menjaga kelancaran pasokan selama masa libur Nataru.

Erika memastikan kondisi stok LPG nasional berada dalam keadaan aman dengan tingkat ketahanan pasokan atau coverage day sekitar 12 hari. Selain itu, agen dan pangkalan LPG di wilayah dengan permintaan tinggi disiagakan selama 24 jam.

“Kondisi stok LPG dipertahankan tetap stabil dan disiapkan agen dan pangkalan LPG siaga 24 jam khususnya untuk wilayah dengan demand tinggi,” tambahnya.

Selain LPG, BPH Migas juga mencatat adanya tren kenaikan permintaan untuk jenis bahan bakar lain, seperti gasoline (bensin) dan avtur, yang dipicu oleh meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur Nataru. Sebaliknya, permintaan gasoil atau Solar diperkirakan mengalami penurunan seiring pembatasan operasional kendaraan logistik dan berkurangnya aktivitas industri.

“Proyeksi kenaikan demand gasoline selama periode Posko meningkat sekitar 3,2% dibandingkan realisasi normal. Kemudian proyeksi penurunan demand pada gasoil sebesar 7,6% dibandingkan dengan realisasi normal. Kemudian demand untuk avtur naik sebesar 5,2%,” jelas Erika.

Posko Nasional Sektor ESDM akan beroperasi selama 22 hari untuk memantau distribusi dan ketersediaan energi secara real time di seluruh Indonesia. Posko tersebut mulai beroperasi sejak 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.

Tags

Terkini