MNC Energy Bidik Standar Lingkungan Lebih Ketat di Seluruh Area Tambang

Jumat, 09 Januari 2026 | 06:03:08 WIB
MNC Energy Perketat Standar Lingkungan Tambang

Listrik Indonesia | PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) mulai mengarahkan pengelolaan tambangnya pada standar lingkungan yang lebih terukur. Perusahaan menargetkan seluruh wilayah izin usaha pertambangan (IUP) yang dikelola mampu memenuhi kriteria Proper Biru pada 2026 sebagai bagian dari penguatan praktik pertambangan berkelanjutan. 

Target tersebut tidak hanya diposisikan sebagai pencapaian administratif, tetapi juga sebagai tolok ukur kepatuhan perusahaan terhadap regulasi lingkungan hidup yang berlaku. Direktur Utama MNC Energy, Suryo Eko Hadianto, menegaskan bahwa aspek lingkungan kini menjadi elemen penting dalam operasional perseroan. 

Menurut Suryo, kegiatan pertambangan pada dasarnya tidak terlepas dari perubahan kondisi alam di tahap awal. Namun, melalui penerapan standar operasional yang konsisten dan praktik penambangan yang bertanggung jawab, dampak tersebut dapat dikelola secara optimal hingga tahap pascatambang. 

Ia menilai, pengelolaan tambang yang baik justru dapat menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan sekitar setelah aktivitas produksi berakhir. Karena itu, perusahaan berupaya memastikan seluruh proses, mulai dari fase eksplorasi hingga reklamasi, berjalan sesuai prinsip keberlanjutan. 

Dalam implementasinya, MNC Energy menaruh perhatian pada berbagai aspek pengelolaan lingkungan, termasuk pengendalian kualitas air, pengurangan debu, serta pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Seluruh aspek tersebut diklaim telah disesuaikan dengan ketentuan yang ditetapkan regulator. 

Langkah ini, lanjut Suryo, merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perseroan untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan bisnis dan perlindungan lingkungan. Dengan target Proper Biru di seluruh IUP, MNC Energy berharap dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus mendorong praktik pertambangan yang lebih bertanggung jawab di Indonesia.

Tags

Terkini