Kemana Saja Anggaran Kementerian ESDM 2025 Dialokasikan?

Jumat, 23 Januari 2026 | 11:20:39 WIB
Pekerja transmisi kelistrikan.

Listrik Indonesia | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa anggaran Kementerian ESDM yang terserap sepanjang tahun 2025 sebesar Rp13,19 triliun digunakan untuk mendukung berbagai program swasembada energi. Hal tersebut ia ungkapkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Jakarta, dikutip pada Jumat (23/01/2026).

Bahlil menjelaskan, salah satu alokasi utama anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung pencapaian lifting minyak bumi nasional. Sepanjang 2025, lifting minyak tercatat sebesar 605,3 ribu barel per hari (bph), melampaui target yang ditetapkan sebesar 605 ribu bph. Sementara itu, rata-rata lifting gas bumi pada periode yang sama mencapai 951,8 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD), masih berada di bawah target sebesar 1.005 MBOEPD.

Meski realisasi lifting gas bumi belum mencapai target, Bahlil menegaskan bahwa produksi gas nasional pada 2025 tetap mampu memenuhi kebutuhan domestik tanpa melakukan impor. Ia menyampaikan bahwa pada awal tahun sempat terdapat rencana impor gas akibat potensi defisit antara konsumsi dan produksi.

“Sekalipun di awal tahun kita ada rencana mengalami defisit antara konsumsi kita dan produksi. Bahkan sempat kita merencanakan untuk melakukan impor. Tapi dengan kerja keras dari tim Kementerian ESDM dan SKK Migas, dan juga beberapa BUMN kita, Alhamdulillah di 2025 tidak ada impor LNG,” jelas Bahlil.

Selain sektor hulu migas, realisasi anggaran Kementerian ESDM pada 2025 juga dialokasikan untuk program kelistrikan, khususnya bagi masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Melalui program listrik desa, pemerintah menyediakan akses listrik bagi 77.616 rumah tangga yang tersebar di 1.516 lokasi di seluruh Indonesia.

Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) turut menjadi bagian dari penggunaan anggaran tersebut. Sepanjang 2025, BPBL diberikan kepada 205.968 rumah tangga yang sebelumnya belum teraliri listrik oleh PT PLN (Persero). Pemerintah menargetkan seluruh desa dan dusun di Indonesia dapat teraliri listrik pada 2029.

“Program strategis energi kita ke depan adalah program listrik desa kita kembangkan terus. Karena target Bapak Presiden yang diberitakan kepada kami, 2029 seluruh desa dan dusun harus semuanya selesai,” ujar Bahlil.

Bahlil juga memaparkan bahwa sisa anggaran yang tidak terealisasi pada 2025 mencapai Rp1,506 triliun. Sisa anggaran tersebut berasal dari pengembalian blokir efisiensi dan optimalisasi anggaran oleh Kementerian Keuangan. Menurutnya, tingkat penyerapan anggaran Kementerian ESDM pada 2025 telah sesuai dengan target yang disampaikan sebelumnya.

“Penyerapan anggaran waktu itu kami janjikan akan di sekitaran di atas 90%, dan alhamdulillah realisasinya itu 91,32%, dan sisanya sebagian itu dibintang oleh Kementerian Keuangan sekitar Rp1,5T. Itu dari sisi anggaran dan penyerapan anggaran sebanyak ini melahirkan beberapa target kinerja kita,” ujar Bahlil.

Tags

Terkini