Listrik Indonesia | SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PetroChina International Jabung Ltd. (PCJL) resmi memulai rangkaian kegiatan pengeboran tahun 2026 di Wilayah Kerja (WK) Jabung. Penanda dimulainya program tersebut dilakukan melalui tajak perdana Sumur NEB-85ST.
Pelaksanaan program ini merupakan bagian dari komitmen SKK Migas dalam menjalankan Rencana Kerja 2026 sesuai persetujuan Work Program & Budget (WP&B), guna mendukung pencapaian target produksi dan lifting migas nasional. Sumur NEB-85ST menjadi sumur pertama dari total enam sumur pengembangan yang direncanakan PCJL untuk tahun 2026.
Selain pengeboran, PCJL juga menyiapkan 11 kegiatan kerja ulang (workover) serta 170 aktivitas perawatan sumur (well services) sepanjang tahun ini di WK Jabung.
Acara peresmian tajak perdana dihadiri Kepala Divisi Pengeboran dan Sumuran SKK Migas Surya Widyantoro, jajaran Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, serta manajemen PCJL yang dipimpin Vice President Operations PetroChina Jabung, Khostarosa Andhika Jaya.
Dalam sambutannya, Andhika menegaskan komitmen perusahaan untuk menjalankan program eksplorasi dan produksi secara efisien serta mengutamakan aspek keselamatan kerja. Menurutnya, prinsip utama dalam program pengeboran adalah memastikan kontribusi maksimal WK Jabung bagi kebutuhan energi nasional.
“Sepanjang tahun ini kami akan berupaya menjalankan seluruh program kerja secara optimal, aman, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Dalam lima tahun terakhir, PetroChina Jabung secara konsisten memulai kegiatan pengeboran pada awal tahun. Bahkan, tajak Sumur SB-D21 pada 22 Januari 2023 mendapat penghargaan dari SKK Migas sebagai Tajak Sumur Paling Cepat (Fastest Well Spud) 2023.
Sementara itu, Surya Widyantoro mengingatkan pentingnya penerapan standar keselamatan dalam setiap tahapan pengeboran. Ia menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari capaian produksi, tetapi juga dari aspek keselamatan para pekerja.
“Jika pengeboran berjalan aman, maka hasil yang dicapai diharapkan sesuai target,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kinerja PCJL pada tahun sebelumnya. Pada 2025, program pengeboran di sembilan sumur dapat diselesaikan dengan baik. Dimulainya tajak pertama sejak Januari 2026 diharapkan dapat menjadi contoh bagi KKKS lain dalam menjalankan program kerja tepat waktu.
Sebagai bagian dari Komitmen Kerja Pasti (KKP) periode 2023–2028, PCJL menargetkan pengeboran enam sumur eksplorasi. Hingga kini, dua sumur eksplorasi telah berhasil dibor, sementara sumur ketiga direncanakan pada 2027.
Di sisi lain, perusahaan juga telah menuntaskan kegiatan seismik berupa survei 3D di area Ketemu dan Rukam, serta seismik 2D Eastern Jabung. Seluruh proses akuisisi dan pengolahan data rampung pada akhir kuartal I 2025. Tiga proyek seismik tersebut mencatatkan total 1.747.849 jam kerja aman tanpa kecelakaan kerja.