Minyak Dunia Meroket Usai Serangan ke Fasilitas Arab Saudi

Jumat, 10 April 2026 | 14:23:16 WIB
Ilustrasi Fasilitas Minyak Arab Saudi

Listrik Indonesia | Harga minyak mentah global kembali menguat pada awal perdagangan Jumat (10/4), dipicu oleh gangguan pasokan akibat serangan terhadap fasilitas energi di Arab Saudi.

Berdasarkan laporan media resmi setempat, insiden tersebut berdampak signifikan terhadap operasional produksi. Kapasitas produksi minyak Arab Saudi dilaporkan turun sekitar 600 ribu barel per hari. Tak hanya itu, distribusi melalui jalur Pipa Timur-Barat juga ikut terganggu dengan penurunan aliran mencapai 700 ribu barel per hari.

Kondisi ini langsung tercermin pada pergerakan harga di pasar energi dunia. Minyak mentah jenis Brent tercatat naik sebesar 83 sen atau sekitar 0,87 persen ke level US$96,75 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami kenaikan sebesar US$1,04 atau 1,06 persen menjadi US$98,91 per barel.

Analis pasar dari IG Market, Tony Sycamore, menjelaskan bahwa sebelumnya pelaku pasar sempat merespons positif kabar gencatan senjata sementara selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran. Namun, optimisme tersebut tidak bertahan lama setelah muncul kabar serangan terhadap infrastruktur energi di Arab Saudi.

Peristiwa ini kembali menegaskan betapa rentannya pasar energi global terhadap faktor geopolitik, terutama di kawasan Timur Tengah yang menjadi salah satu pusat produksi minyak dunia.

Tags

Terkini