Shell Bawa Terobosan Energi Ramah Lingkungan, Pengunjung Padati Sesi Knowledge Hub

Shell Bawa Terobosan Energi Ramah Lingkungan, Pengunjung Padati Sesi Knowledge Hub
Pengunjung Padati Knowledge Hub at Shell Booth/Dok. Listrik Indonesia

Listrik Indonesia| Shell meraih antusiasme tinggi dari pengunjung Electricity Connect 2024 yang berlangsung di Jakarta Convention Center, 20-22 November 2024. Mengusung tema “Our Powering Progress to Net Zero Journey,” Shell membuka ruang bagi para pengunjung untuk ikut serta dalam rangkaian presentasi dan diskusi di “Knowledge Hub at Shell Booth.” Sesi ini menyuguhkan berbagai topik menarik tentang transformasi energi menuju keberlanjutan. 

Sepanjang tiga hari acara, Shell dan mitra-mitranya memaparkan beragam solusi inovatif yang bertujuan mendorong pencapaian emisi nol bersih. Pada hari pertama, Agus Indarto dan Arunkumar Bohra dari El Sewedy Electric, bersama Budi Wicaksono, Engineer dari MIDEL Asia Pacific, membahas desain transformator berkelanjutan yang berperan penting dalam upaya mencapai target emisi nol bersih. 

Di hari kedua, Robert Friesacher dari PT Euroasiatic Jaya dan M. Rachman Hidayat dari Shell Indonesia mengupas solusi distribusi energi gas. Di sesi siang, George Djohan dari GE Gas Power Indonesia dan Andi Farista dari Shell Indonesia memperkenalkan inovasi yang mendukung transisi energi menuju masa depan berkelanjutan. 

BACA JUGA: Majalah Listrik Indonesia Beri Penghargaan untuk Sosok Inspiratif Kelistrikan Nasional

Strategi Transisi Energi Shell 2024 

Shell juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan pembaruan strategi transisi energi perusahaan. Dalam sesi ini, Shell menyoroti pentingnya perjalanan menuju emisi nol bersih, yang juga disertai investasi signifikan untuk energi rendah karbon. Sejak 2021, Shell telah menargetkan investasi sebesar $10-15 miliar pada solusi energi rendah karbon hingga 2025. 

"Kami berkomitmen tidak hanya pada energi rendah karbon, tetapi juga dalam produksi minyak dan gas dengan emisi lebih rendah. Ini adalah upaya kami untuk menjamin ketersediaan energi saat ini sekaligus membangun sistem energi yang lebih ramah lingkungan di masa depan,” jelas Andi Farista dalam sesi presentasinya pada Kamis (21/11/2024). 

Pada hari terakhir, Gregorius Kustadi dari Shell Asia Pacific mengakhiri sesi dengan membahas teknologi terbaru Shell, yaitu sistem pemantauan pelumas digital “Shell Remote Sense.” Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan dalam operasional industri. 

Tingginya antusiasme pengunjung selama acara ini mencerminkan kepedulian yang semakin besar terhadap solusi energi bersih dan keberlanjutan. Booth Shell menjadi pusat perhatian tidak hanya sebagai sumber informasi, tetapi juga sebagai ruang diskusi yang menginspirasi kesadaran bersama tentang pentingnya perjalanan menuju masa depan yang lebih hijau.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Transisi Energi

Index

Berita Lainnya

Index