Forbes Marshall Ingin Pastikan Tak Ada Polusi di Antara Pembangkit Listrik

Forbes Marshall Ingin Pastikan Tak Ada Polusi di Antara Pembangkit Listrik
Zainal Arifin (paling kanan), Senior Service Engineer PT Forbes Marshall Indonesia, meyakini pihaknya dapat memberikan solusi ramah lisngkungan pada setiap pembangkit.

Listrik Indonesia | Bicara tentang pembangkit listrik, rasanya kurang afdol jika tidak menyinggung soal dampak lingkungannya. Dalam banyak kasus, pembangkit listrik seperti PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) misalnya, kerap kali menjadi sorotan setiap ada isu polusi udara yang menyeruak.

Padahal sudah banyak perusahaan yang menyediakan solusi konservasi energi. Salah satuya adalah PT Forbes Marshall Indonesia. Perusahaan asal India yang masuk ke Indonesia sejak tahun 2016 ini giat memberikan solusi bagi pembangkit listrik. Tujuannya agar dapat menjaga lingkungan sekitar pembangkit dari beragam polusi.

“Bisnis utama kami di bidang energy and saving. Kami menyediakan solusi inovatif untuk membantu bisnis meningkatkan proses dan efisiensi energi juga bertangung jawab terhadap lingkungan sekitar pembangkit,” ujar Zainal Arifin, Senior Service Engineer PT Forbes Marshall Indonesia.

Saat ini Forbes, kata Zainal telah banyak bekerja sama dengan PLN dalam rangka melakukan penghematan energi dan juga menganalisis dari kualitas udara dan kualitas air yang ditimbulkan dari dampak pembangkit listrik.

BACA JUGA: Majalah Listrik Indonesia Beri Penghargaan untuk Sosok Inspiratif Kelistrikan Nasional

Khusus untuk perusahaan pembangkit, Forbes kata Zainal, menawarkan dua produk. Yaitu terkait dengan solusi polusi udara dan solusi  polusi air.

“Kami ada Steam And Water Analysis System. Kami memproduksi alat yang disebut Continuous Emission Monitoring System (CEMS),” ungkapnya.

Kelebihan alat ukur polusi dari Forbes Marshall ini adalah dapat memberikan informasi secara akurat dan real-time. “Selain dengan PLN kami juga banyak berhubungan dengan Kementerian Lingkungan Hidup, khususnya untuk monitoring polusi udara,” ucap Zainal.

Terkait dengan teknologi yang diusung Forbes Marshall Indonesia, Zainal mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki sejumlah pabrikan. Misalnya untuk teknologi CEMS, Forbes mengakuisisi dari perusahaan di Inggris. Lalu untuk steam ultra analysis, pihaknya juga  memiliki pabrikan di Swiss.

“Tapi tetap teknologinya datang dari teknologi India,” kata Zainal.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Inovasi energi ramah lingkungan

Index

Berita Lainnya

Index