Inggris Akhiri Era Batu Bara

Inggris Akhiri Era Batu Bara
Ilustrasi

Listrik Indonesia | Inggris mencatatkan pencapaian luar biasa dalam transisi energi bersih pada tahun 2024 dengan menutup pembangkit listrik tenaga batu bara terakhirnya pada Oktober. Langkah ini menjadikan Inggris sebagai negara G7 pertama yang sepenuhnya menghentikan penggunaan batu bara untuk pembangkitan listrik. 

Energi Terbarukan Naik, Batu Bara Turun 

Menurut laporan Carbon Brief, energi terbarukan seperti tenaga angin dan surya menyumbang 45 persen dari total produksi listrik Inggris pada 2024. Angka ini mengalahkan kontribusi bahan bakar fosil—termasuk minyak, gas, dan batu bara—yang hanya mencapai 29 persen. 

Sebagai bagian dari transisi ini, pemerintah Partai Buruh juga mengumumkan larangan pembukaan tambang batu bara baru pada November 2024, menegaskan komitmen mereka untuk meninggalkan bahan bakar fosil. 

Nuklir dan Gas Masih Berperan 

Meskipun batu bara telah dihapuskan, gas alam masih menjadi penyumbang utama dalam sistem kelistrikan Inggris pada 2024. Gas menyumbang bagian terbesar, meski Carbon Brief memprediksi bahwa tenaga angin akan melampaui gas sebagai sumber utama listrik Inggris pada 2025. 

Tenaga nuklir juga memainkan peran penting dengan kontribusi sebesar 13 persen terhadap total produksi listrik. Selain itu, sekitar 11 persen listrik Inggris berasal dari impor. 

Penutupan pembangkit batu bara terakhir ini menjadi langkah strategis Inggris dalam mencapai target pengurangan emisi karbon. Keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan komitmen pemerintah terhadap lingkungan, tetapi juga memberikan contoh nyata bagi negara-negara lain dalam upaya transisi energi bersih.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Batu bara

Index

Berita Lainnya

Index