PLN MCTN Bidik Pasar Listrik di Wilayah Strategis

PLN MCTN Bidik Pasar Listrik di Wilayah Strategis
Direktur Utama PT PLN MCTN, Junaidi Abdi

Listrik Indonesia | PT PLN MCTN, anak perusahaan PT PLN (Persero), menetapkan rencana ambisius untuk tahun 2025. Kenaikan target ini dipicu oleh meningkatnya kebutuhan energi, terutama dari sektor industri. Perusahaan berkomitmen untuk menjaga keandalan pasokan listrik dan memperluas diversifikasi bisnis guna mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

Direktur Utama PT PLN MCTN, Junaidi Abdi, mengungkapkan bahwa rencana bisnis perusahaan untuk tahun 2025 akan fokus pada peningkatan kualitas layanan, efisiensi operasional, dan diversifikasi usaha. Dalam wawancara terbaru, Junaidi menjelaskan berbagai langkah strategis yang akan diambil untuk memenuhi kebutuhan energi listrik yang terus berkembang, khususnya di wilayah operasi strategis seperti Wilayah Kerja (WK) Rokan.

"Tahun 2025, kami menargetkan penjualan mencapai 2.400 juta kWh, naik dari 2.193 juta kWh pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan kebutuhan listrik dari pelanggan industri, terutama di WK Rokan yang mulai mengaktifkan kembali sumur-sumur produksi lama serta membuka sumur baru," ujar Junaidi.

PLN MCTN memperkirakan bahwa kebutuhan listrik pelanggan akan mencapai 280 megawatt (MW) per jam. Sebagai salah satu pusat konsumsi listrik terbesar, WK Rokan menjadi prioritas utama dalam upaya peningkatan keandalan pasokan listrik. Untuk mendukung hal ini, perusahaan menargetkan faktor keandalan pembangkit (Equivalent Availability Factor/EAF) di angka 96%, lebih tinggi dari target sebelumnya yang hanya 94%. Selain itu, durasi pemadaman listrik diharapkan bisa diminimalkan hingga hanya 0,1%.

"Kami terus berupaya menjaga keandalan sistem listrik dengan target EAF yang tinggi. Ini sangat penting agar operasional pelanggan, khususnya di sektor industri strategis seperti WK Rokan, tidak terganggu. Kami juga fokus pada efisiensi pembangkit untuk mendukung keberlanjutan bisnis," tambahnya.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, PLN MCTN telah berhasil menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan besar untuk menyediakan layanan kelistrikan terintegrasi, termasuk penyewaan transformer bagi pelanggan yang membutuhkan tambahan daya dalam waktu singkat.

Junaidi juga menyebutkan bahwa PLN MCTN menargetkan peningkatan pendapatan signifikan dari bisnis baru dalam beberapa tahun ke depan. Hingga tahun 2029, kontribusi dari bisnis di luar pembangkit diproyeksikan akan mencapai dua kali lipat dari pendapatan saat ini.

"Roadmap kami untuk mencapai target Beyond kWh 2029 jelas. Kami berharap dapat mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga 2.138 miliar rupiah, dengan kontribusi besar dari bisnis baru seperti power quality dan jasa kelistrikan," jelasnya.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#PLN MCTN

Index

Berita Lainnya

Index