Listrik Indonesia | Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat. Hujan deras yang turun berhari-hari membuat sungai meluap, merendam permukiman, memutus akses jalan, dan mengisolasi desa-desa di pedalaman Aceh. Di tengah kondisi darurat tersebut, kebutuhan pangan menjadi persoalan paling mendesak bagi warga yang terdampak.
Merespons kondisi tersebut, PT Sumber Segara Primadaya (S2P) menyalurkan bantuan berupa 5 ton beras dan paket sembako ke Desa Pameu dan Rungkit di Kabupaten Aceh Tengah, serta ke sejumlah wilayah terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya.
Ke depan, bantuan akan dilengkapi dengan perlengkapan ibadah seperti sajadah, mukena, dan sarung. Bantuan serupa juga dijadwalkan menyusul ke Aceh Tamiang, dengan harapan dapat meringankan beban warga yang masih bertahan di tengah keterbatasan.
PT Sumber Segara Primadaya (S2P), perusahaan pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berlokasi di Cilacap, Jawa Tengah, terlibat aktif dalam aksi kemanusiaan tersebut. Kolaborasi ini mempertemukan kepedulian dunia usaha, komunitas perantau, dan relawan di lapangan untuk memastikan bantuan menjangkau desa-desa yang sulit diakses.
Distribusi bantuan dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya Batalyon Infanteri TP 857, komunitas kemanusiaan DCAB Aceh, Land Rover Aceh, BASARNAS Aceh, serta Motor Trail Aceh. Medan berat dan akses terbatas tidak menyurutkan langkah para relawan untuk menyalurkan bantuan hingga ke wilayah terisolir.
Direktur Teknik dan Operasi PT Sumber Segara Primadaya (S2P), Irvan Rahmat, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh relawan yang terlibat dalam proses distribusi bantuan. Bagi Irvan, bantuan tersebut bukan sekadar tugas kemanusiaan, melainkan panggilan hati untuk membantu sesama masyarakat yang terdampak banjir di Aceh.
“Bantuan ini sepenuhnya merupakan wujud kepedulian dan komitmen PT Sumber Segara Primadaya. Bantuan juga akan kami salurkan ke beberapa wilayah di Aceh, salah satunya Aceh Tamiang yang terdampak cukup parah. Kami mengucapkan terima kasih kepada para relawan yang telah bekerja tanpa lelah di lapangan, menembus medan yang sulit demi memastikan bantuan dapat diterima langsung oleh masyarakat terdampak,” ujar Irvan, putra daerah Aceh.
Ia menambahkan, di tengah musibah, semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama untuk bangkit.
“Kami ingin menyampaikan pesan kepada saudara-saudara kami di Aceh: kalian tidak sendiri. Tetap kuat, tetap saling menguatkan. Insyaallah, setiap ujian pasti disertai jalan keluar. Semoga Allah SWT memberikan ketabahan, kekuatan, dan segera mengangkat musibah ini,” tuturnya. Rabu, (17/12/2025).

