Bahlil Peringatkan SPBU Swasta Agar Tidak Mengatur dan Melawan Negara

Bahlil Peringatkan SPBU Swasta Agar Tidak Mengatur dan Melawan Negara
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

Listrik Indonesia | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengingatkan seluruh operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta agar mematuhi ketentuan yang berlaku selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Peringatan tersebut disampaikan Bahlil dalam Konferensi Pers Kesiapan Nataru di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, belum lama ini, dikutip Senin (22/12/2025).

Ia menegaskan tidak ada ruang bagi pelaku usaha yang mencoba mengabaikan aturan atau berdalih kekurangan pasokan BBM, mengingat stok nasional berada dalam kondisi aman.  

Ia menekankan bahwa pemerintah akan bersikap tegas terhadap badan usaha yang tidak menjalankan kewajibannya.

“Badan usaha swasta yang mencoba-coba untuk mengatur dan melawan negara, tidak mentaati aturan negara, ya tunggu tanggal mainnya ya,” ujar Bahlil.

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil memastikan ketersediaan BBM selama libur akhir tahun terjaga, baik di SPBU milik negara maupun swasta. Menurutnya, seluruh badan usaha penyalur BBM tidak memiliki alasan untuk mengalami kekurangan pasokan karena stok fisik telah tersedia dan siap didistribusikan untuk mendukung mobilitas masyarakat.

“Kita tidak ingin saudara-saudara kita yang menjalankan Natal dan Tahun Baru itu terjadi pertanyaan apakah ada bensin atau tidak. Termasuk badan-badan usaha swasta, jadi gak ada lagi alasan. Ini barang semua udah ada,” tegasnya.

Bahlil memaparkan bahwa ketahanan stok BBM nasional saat ini berada di atas ambang batas aman. Untuk bensin RON 90, cadangan nasional tercatat mencapai sekitar 19 hari, lebih tinggi dari batas minimum nasional yang berada di kisaran 17–18 hari. Sementara itu, stok bensin RON 92 berada di kisaran 23 hari dan RON 95 mencapai lebih dari 31 hari.

“Jadi baik yang minyak bensin subsidi maupun non-subsidi, Alhamdulillah di atas cadangan nasional. Untuk bensin ini menunjukkan kerja apik dari tim, dalam hal ini Pertamina, BPH Migas, maupun dari ESDM,” kata Bahlil.

Ia kembali menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin masyarakat yang merayakan Natal dan Tahun Baru dibayangi kekhawatiran terhadap ketersediaan BBM. Selain bensin, kondisi stok energi lainnya juga disebut dalam keadaan aman. Cadangan Solar subsidi berada di kisaran 14–15 hari, Solar non-subsidi untuk kebutuhan industri berada di atas 25 hari, sementara avtur tercatat memiliki ketahanan lebih dari 29 hari.

Dengan kondisi tersebut, Bahlil meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan selama periode libur Nataru. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengawasi distribusi BBM di lapangan agar seluruh badan usaha, termasuk SPBU swasta, menjalankan kewajibannya sesuai ketentuan.

“Artinya dari sisi stok BBM cadangan nasional kita untuk menjalankan Natal, Insya Allah aman. Jadi saudara-saudara kita yang mau Natal, jangan ada pikiran tentang stok BBM. Insya Allah semua aman,” pungkasnya.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#SPBU swasta

Index

Berita Lainnya

Index