Listrik Indonesia | Ada amanah besar yang disandangkan pada industri yang bergerak di Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Amanah itu tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) tahun 2025-2034, direncanakan penambahan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 17,1 GW.
Jelas bahwa Angka 17,1 GW tersebut menjadikan PLTS sebagai kontributor terbesar dalam penambahan kapasitas energi terbarukan (EBT) pada periode tersebut.
Lantas bagaimana langkah konkrit industri di Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang tergabung dalam Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) dalam menjawab tantantangan RUPTL 2025-2034.
Untuk menjawab itu, siang tadi (3/2) telah hadir besama saya Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) Mada Ayu Habsari dalam Podcast Bincang Listrik Indonesia dengan host Herman Darnel Ibrahim (Ketua Dewan Pakar Listrik Indonesia).
Pada kesempatan bincang-bincang itu, Mada hadir dengan setelan pakaian warna hijau nan anggun. Ia pun bicara blak-blakan soal optimismenya terhadap implementasi tenaga surya dari RUPTL 2025-2034 sebesar 17,1 GW. Ia pun berharap ke depan daya saing industri energi surya nasional yang diproduksi di Tanah Air bisa terbebas dari bea masuk antisubsidi yang “diketok” oleh Amerika Serikat.
“Misi kita sederhana yaitu ingin membantu pemerintah untuk mencapai net zero emission di tahun 2026. Kita ingin menjadi mitra startegis pemerintah dalam pengembangan PLTS di Indonesia. Kami juga baru meluncurkan website AESI yang ada e-commerce-nya,” kata Mada yang saat ini memimpin 135 perusahaan yang berada di bawah bendera AESI.
Menurut Managing Director Listrik Indonesia, Irwadhi Marzuki, kehadiran Ketua AESI Mada Ayu Habsaripada Bincang Listrik kali ini telah memberi warna tersendiri. “Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami. Bukan hanya hadirnya Ketua Umum AESI sebagai narasumber, tapi juga soal apa yang disampaikannya begitu memberi wawasan yang optimis terhadap kemajuan transisi energi di Indonesia,” kata Irwadhi.
Pada akhir podcast, Irwadhi pun memberikan plakat kenang-kenangan kepada Mada Ayu Habsari. Terima kasih Srikandi Surya Indonesia untuk sharing-nya hari ini. Semoga transisi energi menuju energi bersih benar-benar dapat terwujudkan dengan PLTS sebagai motor penggeraknya.
