Indonesia Berpotensi “Menikung” Australia dan Kanada dalam Ekspor Batu Bara Metalurgi

Selasa, 28 November 2023 | 14:53:09 WIB
Batu Bara Metalurgi (Coking Coal): Digunakan dalam proses metalurgi untuk produksi baja. Batu bara metalurgi digunakan dalam oven tinggi (blast furnace) sebagai bahan bakar dan agen reduksi dalam produksi besi dan baja. (Dok: PT Adaro Minerals Indonesia

Listrik Indonesia | Investor Relation PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), Danuta Komar memprediksi meningkatnya permintaan global untuk batu bara metalurgi atau coking coal. Ia menyebutkan bahwa permintaan utama berasal dari China, India, dan sejumlah negara Asia Tenggara. Hal tersebut ia katakan dalam Public Expose secara daring, Senin (27/11/2023)

Australia dan Kanada, sebagai negara unggulan produsen batu bara metalurgi, saat ini menghadapi kekurangan pasokan. Hal ini menciptakan peluang besar bagi Indonesia, khususnya PT Adaro Minerals Indonesia, untuk menjadi pemasok utama coking coal di pasar global.

"Kami melihat akan ada keterbatasan pasokan karena kurangnya investasi dan keterbatasan proyek greenfield. Di sisi lain, permintaan diperkirakan meningat karena produksi baja akan tetap mendominasi," katanya.

ADMR melihat bahwa India akan menjadi pendorong utama pertumbuhan permintaan coking coal, bahkan melampaui China dan Jepang. Pertumbuhan ekonomi India diperkirakan akan mendorong penambahan jumlah pabrik baja, yang pada gilirannya akan meningkatkan impor batu bara metalurgi.

"Sedangkan di sisi supply, keterbatasan dari Australia dan Kanada akan membuka peluang bagi Indonesia," ujarnya.

Adaro Minerals, sebagai perusahaan yang memiliki permintaan luas dari berbagai negara di Asia, terutama Jepang, China, India, dan Korea Selatan, melihat potensi besar dalam ekspansi ekspor batu bara metalurgi.

Danuta menjelaskan bahwa volume produksi dan penjualan batu bara metalurgi ADMR mengalami tren kenaikan yang signifikan. Hingga September 2023, volume produksi mencapai 3,98 juta ton, meningkat 55% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan mencapai 3,01 juta ton, mengalami peningkatan sebesar 38% secara year-on-year.

Tags

Terkini