Listrik Indonesia | Direktur PT Bayan Resources Tbk, Alexander Ery Wibowo mengatakan bahwa batu bara tetap menjadi pilar utama sumber energi di Indonesia. Ia mengungkapkan keandalan yang signifikan dari batu bara di banyak negara, sehingga ia melihatnya sebagai dorongan penting dalam kesuksesan transisi energi.
Batu bara Indonesia terus menjadi primadona dunia, didukung oleh suplai yang melimpah dan permintaan tinggi dari luar negeri. Meski dihadapkan pada tantangan-tantangan masa depan, industri batu bara diakui tetap memegang peranan penting sebagai komoditas global.
“Meskipun ada pandangan bahwa batu bara memasuki masa ‘senja’ dari segala aspeknya, menurut saya, masih menjadi andalan penting bagi sektor industri, khususnya dalam pembangkit listrik. Bagi kita yang terlibat dalam industri batu bara, penting untuk menciptakan nilai tambah demi masa depan yang lebih baik bagi sektor ini,” ujar Alex, dikutip dari Majalah Listrik Indonesia, Edisi 95.
Alex menyoroti permintaan tinggi batu bara untuk industri dan pembangkit listrik, yang diperkirakan mencapai 170-180 juta metrik ton untuk tahun 2024 di Indonesia. Dengan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 25%, PT Bayan Resources mengalokasikan 25-30% dari total produksinya untuk pasar domestik, sementara sisanya diekspor.
Batu bara memiliki perang yang sangat penting dalam mendukung transisi energi, khususnya dalam memastikan pasokan listrik dasar. Batu bara akan tetap menjadi ‘tulang punggung’ pasokan energi karena kehandalannya sebagai sumber daya energi yang dapat diandalkan.
Dalam upaya meningkatkan produksi batu bara, Alex melihat potensi penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mengurangi emisi karbon dari pembangkit listrik batu bara. Namun, dia juga menyadari pentingnya mendiversifikasi sumber energi menuju teknologi yang lebih ramah lingkungan, seperti energi terbarukan.
Alex menekankan kontribusi penting industri batu bara terhadap pembangunan nasional, termasuk penciptaan lapangan kerja dan pendapatan negara melalui ekspor. Dia juga menyoroti perlunya penerapan praktik pertambangan yang baik dan penggunaan teknologi ramah lingkungan untuk menjaga keberlanjutan produksi batu bara.