Listrik Indonesia | Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Dr. Ir. Surono sebagai Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) dari kalangan konsumen di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (28/01/2026).
Latar belakang akademiknya ditempuh di dalam dan luar negeri. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Fisika di Institut Teknologi Bandung, kemudian melanjutkan studi di Perancis dengan meraih gelar Master Geofisika dan Lingkungan dari Université de Grenoble serta Doktor Geofisika dari Université de Chambéry. Pendidikan tersebut membentuk keahlian teknis dan ilmiah dalam analisis fenomena kebumian, khususnya aktivitas vulkanik dan mitigasi bencana.
Karier profesional Surono banyak didedikasikan pada sektor energi dan kebencanaan di lingkungan pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Geologi pada periode 2014–2015, Staf Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup pada tahun 2013–2014, serta Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pada periode 2006–2013. Dalam peran tersebut, ia terlibat dalam penguatan sistem pemantauan gunung api, analisis geologi, serta penyusunan kebijakan mitigasi bencana berbasis sains.
Selain menjalankan tugas pemerintahan, Surono aktif dalam forum ilmiah internasional yang membahas mitigasi bencana dan ilmu kebumian. Ia juga menjadi perwakilan tetap Indonesia pada Asosiasi Internasional Vulkanologi dan Kimia Interior Bumi (International Association of Volcanology and Chemistry of the Earth’s Interior) pada periode 2006–2015, yang memperkuat keterlibatan Indonesia dalam jejaring riset global di bidang vulkanologi.
Kontribusinya dalam ilmu geofisika dan mitigasi bencana memperoleh berbagai pengakuan, antara lain A Knight of the Legion of Honor dari Presiden Perancis pada tahun 2015, Tokoh Nasional dari Persatuan Wartawan Indonesia pada tahun 2014, Dharma Widya Argya dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada tahun 2014, Widya Jasa Adiutama dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 2011, Bintang Jasa Utama dari Presiden Republik Indonesia pada tahun 2011, serta Pawarta Reksa Utama dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 2010.
Pengalaman akademik, jabatan strategis, dan keterlibatan internasional tersebut mencerminkan peran Surono dalam pengembangan keilmuan geofisika serta penerapan mitigasi bencana geologi di Indonesia.
