Sudah Sejauh Mana Pemulihan Pasokan Energi di Sumatra Pasca Bencana?

Sudah Sejauh Mana Pemulihan Pasokan Energi di Sumatra Pasca Bencana?
Gambar ilustrasi Pemulihan SPBU Pasca Bencana di Sumatera.

Listrik Indonesia | Direktur Utama Subholding Downstream PT Pertamina (Persero), Mars Ega Legowo Putra mengungkapkan bahwa pemulihan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di wilayah terdampak bencana di Sumatra terus berlangsung seiring dengan mulai terbukanya akses jalan di sejumlah lokasi. Hal tersebut ia ungkapkan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, dikutip pada Jumat (13/02/2026).

Mars Ega menyampaikan bahwa di Provinsi Aceh terdapat tiga kabupaten yang mengalami dampak akses paling berat, yaitu Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Kondisi keterisolasian wilayah tersebut sempat menghambat distribusi energi, namun penyaluran ke sebagian daerah kini mulai dapat dilakukan kembali melalui jalur darat menggunakan mobil tangki, setelah sebelumnya harus ditempuh melalui jalur udara.

"Namun untuk akses dari Fuel Terminal ke Kabupaten Gayo Lues, beberapa akses saat ini masih terputus. Namun kami sudah bisa mengalihkan pasokan Gayo Lues ini yang tadinya dari Medan, kita bisa mengalihkan ke Fuel Terminal Meulaboh," ujar Mars Ega.

Ia menambahkan bahwa masih terdapat satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Gayo Lues yang belum dapat diakses. Pertamina berharap pembukaan jalur distribusi dapat segera dilakukan agar layanan energi di wilayah Aceh dapat kembali normal secara penuh dalam waktu dekat.

Untuk wilayah Sumatera Utara, Mars Ega menjelaskan bahwa penyaluran BBM dan LPG secara umum telah berjalan normal. Kendala antrean hanya terjadi di SPBU wilayah Sibolga akibat kondisi infrastruktur jalan yang belum sepenuhnya pulih sehingga memperpanjang waktu distribusi.

"Untuk Provinsi Sumatera Barat, seluruh lembaga penyalur baik BBM maupun LPG sudah beroperasi normal. Namun ada sedikit kendala untuk jalur wilayah Lembah Anai yang terkadang macet," tambahnya.

Pertamina juga terus memberikan dukungan kepada berbagai pihak dalam upaya pemulihan akses wilayah terdampak. Koordinasi dilakukan bersama TNI, BNPB, dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk membuka jalur yang masih terputus, serta dengan Polri, DPR, DPRD, dan pemerintah daerah guna memetakan wilayah dengan dampak paling signifikan.

"Setelah akses ini terbuka, kami mulai untuk melakukan pasokan ke lembaga penyalur dan beberapa instansi penting seperti rumah sakit, PLN, dan lain sebagainya," tandasnya.

 

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#energi

Index

Berita Lainnya

Index