Listrik Indonesia | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (12/2/2026) hingga pukul 11.40 WIB. Berdasarkan data Google Finance, IHSG berada di level 8.256,68 atau turun 34,28 poin setara 0,41 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 8.290,97.
IHSG dibuka di level 8.317,24 dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 8.334,02 sebelum bergerak menurun sepanjang sesi perdagangan. Indeks kemudian mencatatkan level terendah di 8.220,15, mencerminkan tekanan yang muncul setelah fase awal perdagangan.
Sejalan dengan pergerakan indeks utama, kinerja saham sektor energi menunjukkan variasi pergerakan. Berdasarkan data Investing.com, indeks sektor energi (IDX Energy) tercatat berada di level 4.168,55 atau naik 9,34 poin setara 0,22 persen.
Sejumlah saham energi mengalami pelemahan harga pada sesi perdagangan. Saham Dian Swastatika tercatat turun 1,60 persen ke level 95.450. Saham Indo Tambangraya Megah melemah 0,45 persen ke level 22.150, sementara Bayan Resources turun 0,35 persen ke posisi 14.150. Saham RMK Energy Tbk juga terkoreksi 3,84 persen ke level 4.260, disusul Sillo Maritime Perdana yang turun 1,20 persen ke level 4.100.
Di sisi lain, beberapa saham energi mencatatkan penguatan. Saham Raharja Energi Cepu naik 4,86 persen ke level 6.475. Petrosea menguat 3,86 persen ke posisi 7.400, sedangkan Rukun Raharja naik 3,13 persen ke level 4.950. Saham Adaro Andalan Indonesia turut menguat 1,74 persen ke level 8.750, diikuti Golden Energy Mines yang naik 0,66 persen ke posisi 7.600. Transcoal Pacific tercatat naik 0,22 persen ke level 11.550, dan Indika Energy menguat 0,27 persen ke level 3.650.
Pergerakan beragam pada saham energi tersebut menunjukkan dinamika minat investor yang selektif di tengah pelemahan indeks utama. Volume transaksi juga bervariasi, dengan aktivitas relatif tinggi antara lain pada saham Adaro Andalan Indonesia yang mencatat volume sekitar 13,94 juta saham serta Petrosea sekitar 165,69 juta saham.
