Listrik Indonesia | PLN Batubara Niaga telah meluncurkan produk inovatif terbaru mereka, Coal Blending, untuk meningkatkan efisiensi penyerapan batubara dalam negeri sesuai dengan Domestic Market Obligation (DMO). Langkah ini diambil untuk mengatasi tantangan ketersediaan batubara single source yang semakin terbatas dan sesuai dengan karakteristik PLTU.
Direktur Utama PT PLN Batubara Niaga, Kanapi Subur Dwiyanto, menjelaskan bahwa pengembangan coal blending merupakan solusi menjanjikan untuk memastikan kelancaran pasokan batubara bagi kebutuhan kelistrikan. Menurutnya, pengelolaan coal blending telah menghasilkan batubara yang sesuai dengan kebutuhan pembangkit, mendapatkan pengakuan kualitas, dan memberikan kepuasan kepada pelanggan.
"PLN Batubara Niaga tidak hanya fokus pada keamanan pasokan batubara, tetapi juga berkomitmen mengendalikan emisi dari pembangkit melalui produksi batubara custom yang ramah lingkungan, rendah abu, dan sulfur," jelas Kanapi kepada Listrik Indonesia.
Dengan adanya aktivitas coal blending ini, PLN Batubara Niaga mampu menghasilkan batubara custom sesuai kebutuhan PLTU. "Batubara yang di bawah atau di atas spesifikasi dapat dicampur dan langsung digunakan di PLTU," tambahnya. Pada Kuartal 1 2024, pemenuhan batubara untuk PLTU telah mencapai 100 persen.
Kesuksesan PLN Batubara Niaga juga tercermin pada proyek pertama Coal Blending Facility bersama PT Krakatau Bandar Samudra. Proyek selanjutnya melibatkan kolaborasi dengan perusahaan tambang yang memiliki fasilitas Blending dan Coal Terminal di Kalimantan Timur untuk memenuhi kebutuhan energi primer bagi PLTU Jeneponto.
“Fokus perusahaan saat ini adalah mengamankan pasokan energi primer nasional. Batubara tetap menjadi pilihan utama dan tulang punggung kelistrikan nasional, karena 64 persennya berasal dari PLTU,” ungkap Kanapi.
Program Baru Optimalisasi Batubara
PLN Batubara Niaga telah mengusulkan serangkaian langkah untuk meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan pasokan batubara ke PLTU Nagan Raya 1-2 pada tahun 2024. Dengan kapasitas 2 x 110 MW dan Coal Flow sebesar 4000 ton/hari, perubahan kalori batubara dari GAR 4200 kcal/kg menjadi GAR 3400 dilakukan untuk meningkatkan efisiensi.
Dengan dukungan PT PLN Nusantara Power dan Manajemen PLTU Nagan Raya 1-2, Kanapi optimis program ini akan memberikan kontribusi positif dalam peningkatan efisiensi penggunaan batubara. Potensi penghematan biaya penyediaan batubara harian diperkirakan mencapai 76.956 USD, menunjukkan efisiensi yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Inovasi PLN Batubara Niaga telah diakui dengan penghargaan "The Most Innovative Primary Energy Supplier" dalam kategori "Energy Supply Chain Company", diserahkan oleh Dirjen EBTKE, KESDM Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi kepada Kanapi Subur Dwiyanto.
Dengan berbagai langkah inovatif ini, PLN Batubara Niaga terus berkomitmen untuk memastikan kelancaran pasokan energi primer nasional dan menjaga efisiensi dalam penggunaan batubara.