Listrik Indionesia - PT RMK Energy Tbk (RMKE) mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada kuartal pertama 2025, ditopang oleh pertumbuhan signifikan di segmen jasa batubara. Laba bersih usaha perusahaan naik 36,4% year-on-year (YoY) menjadi Rp51,5 miliar, meskipun pendapatan usaha turun 42,5% YoY menjadi Rp336,8 miliar akibat penurunan pada penjualan batubara.
Penurunan pendapatan tersebut diimbangi oleh kinerja impresif dari segmen jasa batubara yang tumbuh 89,8% YoY menjadi Rp70,2 miliar. Margin laba kotor dari segmen ini meningkat tajam dari 29% menjadi 41,1%, menjadikan kontribusinya terhadap total laba kotor perusahaan mencapai 83%. Hal ini semakin memperkuat posisi RMKE sebagai perusahaan jasa logistik batubara terintegrasi dari hulu ke hilir di Indonesia.
Secara finansial, RMKE juga menunjukkan kinerja yang sehat. Ekuitas perusahaan naik 3,0% menjadi Rp1,8 triliun, sementara liabilitas turun hampir 24,9% menjadi Rp482,2 miliar. Rasio utang terhadap modal (DER) kini berada di level rendah, yakni 0,17 kali. Arus kas dari aktivitas operasional tetap positif sebesar Rp101,7 miliar, didorong oleh kekuatan segmen jasa.
Direktur Utama RMKE, Vincent Saputra, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari strategi optimalisasi efisiensi operasional dan penguatan segmen jasa batubara. “Kinerja operasional segmen jasa yang tumbuh positif menjadi katalis dan penopang utama kinerja keuangan kami, meskipun kondisi pasar global masih penuh tantangan,” ujarnya.
Hingga Maret 2025, RMKE telah berhasil memuat 2,0 juta metrik ton (MT) batubara ke 259 kapal dan membongkar 721 rangkaian kereta dengan total kapasitas 1,9 juta MT. Efisiensi operasional tercermin dari on-time performance (OTP) bongkar kereta yang hanya memakan waktu rata-rata 3 jam 5 menit per rangkaian.
RMKE juga tengah mempersiapkan pengoperasian hauling road baru sebagai bagian dari strategi penguatan infrastruktur logistik. Dengan tambahan volume jasa dari dua pelanggan baru, PT Wiraduta Sejahtera Langgeng (WSL) dan PT Duta Bara Utama (DBU), RMKE menargetkan layanan logistik yang semakin terpadu dan efisien.
“Kami optimistis fasilitas jalan hauling akan menjadi solusi strategis terhadap tantangan logistik di Sumatera Selatan, sekaligus membuka akses ke area tambang baru. RMKE berkomitmen menjadi tulang punggung logistik untuk mendukung ketahanan energi nasional dan global,” tutup Vincent.