Jabat Komisaris Pertamina Patra Niaga Tanpa Background Energi, Ini Rekam Jejak Tina Talisa

Selasa, 15 Juli 2025 | 11:25:55 WIB
Tina Talisa. (Dok: @tina_talisa)

Listrik Indonesia | Tina Talisa resmi ditunjuk sebagai Komisaris PT Pertamina Patra Niaga melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada 4 Juli 2025. Penunjukan ini menambah daftar nama baru dalam jajaran Dewan Komisaris perusahaan yang bergerak di sektor hilir migas tersebut. Selain Tina, turut bergabung sejumlah nama lainnya seperti Sudung Situmorang, Ferry Juliantono, Panel Barus, Rini Widyastuti, Andy Rachmianto, Ahmad Erani Yustika, dan Siti Zahra Aghnia sebagai komisaris independen.

Tina Talisa dikenal publik melalui kiprahnya di dunia media. Lahir di Bandung, 24 Desember 1979, Tina menempuh pendidikan dokter gigi di Universitas Padjadjaran dan lulus pada 2001. Ia kemudian melanjutkan studi magister Ilmu Komunikasi di universitas yang sama dan menyelesaikannya pada 2011.

Kariernya dimulai sebagai penyiar radio lokal di Bandung sebelum beralih ke televisi nasional. Ia pernah menjadi presenter berita di TVRI Bandung (2003–2004), kemudian bergabung sebagai produser di Trans TV (2004–2007), berlanjut ke tvOne (2007–2011), hingga menjabat manajer program di Indosiar (2011–2014). Namanya cukup dikenal di kalangan media karena aktif membawakan program berita dan talkshow politik.

Di luar media, Tina Talisa juga pernah mengemban peran di pemerintahan. Ia ditunjuk sebagai Staf Khusus di Kementerian Investasi/BKPM pada 2020 dan dipercaya sebagai Juru Bicara lembaga tersebut. Pada 2024, Tina diangkat menjadi Staf Khusus Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia bertugas membantu isu-isu yang berkaitan dengan UMKM, digitalisasi, penanganan stunting, ekonomi, dan keuangan syariah.

Melalui penunjukan di Pertamina Patra Niaga, Tina diharapkan dapat mendukung tata kelola perusahaan, khususnya di bidang komunikasi korporasi dan penguatan hubungan antar lembaga. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menyebutkan bahwa penambahan jajaran komisaris ini diharapkan dapat memperkuat sinergi internal dan meningkatkan kualitas layanan energi yang disediakan perusahaan.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 24 Maret 2025, Tina Talisa melaporkan kekayaan sebesar Rp 20,8 miliar.

Dengan latar belakang di bidang komunikasi dan pengalaman birokrasi, Tina kini memegang peran baru di sektor energi sebagai bagian dari struktur kepengurusan BUMN.

Tags

Terkini