Aktivitas Rumah di Jam Ini Paling Banyak Menguras Listrik

Sabtu, 14 Februari 2026 | 14:24:03 WIB
Keluarga sedang menonton televisi di ruang tamu.

Listrik Indonesia | Banyak orang mengira penggunaan listrik di rumah akan sama besarnya sepanjang hari. Padahal, terdapat waktu-waktu tertentu ketika konsumsi listrik meningkat tajam karena berbagai aktivitas dilakukan secara bersamaan. Memahami pola waktu penggunaan listrik ini penting agar rumah tangga dapat mengelola energi secara lebih efisien dan menghindari lonjakan tagihan listrik.

Periode Sore hingga Malam Menjadi Waktu Konsumsi Tertinggi

Secara umum, penggunaan listrik rumah tangga paling tinggi terjadi pada sore hingga malam hari, biasanya antara pukul 17.00 hingga 22.00. Pada waktu ini, penghuni rumah mulai beraktivitas setelah kembali dari pekerjaan atau sekolah. Lampu dinyalakan, peralatan dapur digunakan untuk memasak, televisi dan perangkat elektronik beroperasi, serta pendingin ruangan mulai bekerja lebih intensif.

Karena banyak peralatan listrik digunakan secara bersamaan dalam periode ini, total konsumsi energi meningkat signifikan dibandingkan waktu lainnya. Kondisi inilah yang membuat jam tersebut sering disebut sebagai waktu beban puncak dalam penggunaan listrik rumah tangga.

Bukan Tarif yang Berbeda, Melainkan Pola Pemakaian

Dalam sistem listrik rumah tangga, biaya listrik tidak dibedakan berdasarkan jam pemakaian, melainkan dihitung dari total energi yang digunakan dalam satuan kilowatt hour (kWh). Artinya, listrik tidak otomatis lebih mahal pada malam hari. Namun, karena aktivitas keluarga biasanya terpusat pada waktu tersebut, konsumsi listrik meningkat dan secara tidak langsung membuat tagihan terasa lebih besar.

Dengan kata lain, faktor utama yang membuat listrik terasa boros bukanlah perubahan tarif, melainkan kebiasaan penggunaan energi yang terkonsentrasi dalam satu waktu.

Aktivitas Rumah Tangga Menjadi Penyumbang Utama

Beberapa aktivitas yang umum dilakukan pada sore dan malam hari memiliki kontribusi besar terhadap konsumsi listrik. Penggunaan pendingin ruangan dalam waktu lama, memasak dengan peralatan listrik, menyalakan pompa air, serta penggunaan perangkat hiburan dan pengisian daya gawai secara bersamaan meningkatkan beban listrik secara signifikan.

Ketika berbagai peralatan berdaya besar bekerja pada waktu yang sama, kebutuhan daya meningkat secara sesaat maupun akumulatif, sehingga konsumsi energi harian menjadi lebih tinggi.

Waktu Malam Larut hingga Pagi Relatif Lebih Rendah

Sebaliknya, konsumsi listrik cenderung menurun pada malam larut hingga pagi hari, ketika sebagian besar penghuni rumah beristirahat dan hanya beberapa peralatan yang tetap menyala, seperti kulkas atau lampu tertentu. Pada periode ini, beban listrik rumah tangga lebih stabil dan tidak mengalami lonjakan seperti pada waktu aktivitas utama keluarga.

Karena itu, penggunaan peralatan tertentu di luar jam sibuk, jika memungkinkan, dapat membantu meratakan konsumsi energi dan mengurangi tekanan pada penggunaan listrik harian.

Mengatur Waktu Pemakaian untuk Efisiensi Energi

Mengetahui kapan listrik paling banyak digunakan memberi kesempatan bagi rumah tangga untuk mengatur pola pemakaian secara lebih bijak. Misalnya, penggunaan mesin cuci, setrika, atau peralatan lain yang tidak harus digunakan pada jam sibuk dapat dijadwalkan di luar periode sore hingga malam. Langkah sederhana ini membantu mengendalikan konsumsi energi tanpa harus mengurangi kenyamanan.

Kesimpulan

Waktu paling boros menggunakan listrik di rumah umumnya terjadi pada sore hingga malam hari ketika berbagai aktivitas berlangsung bersamaan. Lonjakan konsumsi bukan disebabkan oleh perbedaan tarif listrik, melainkan karena pola penggunaan energi yang terkonsentrasi dalam satu periode. Dengan memahami pola ini, rumah tangga dapat mengatur penggunaan listrik secara lebih efisien sehingga konsumsi energi tetap terkendali dan tagihan listrik tidak membengkak.

Tags

Terkini