Mitos atau Fakta, Mematikan Lampu Lebih Boros Saat Dinyalakan Kembali?

Mitos atau Fakta, Mematikan Lampu Lebih Boros Saat Dinyalakan Kembali?
Mematikan saklar lampu.

Listrik Indonesia | Jawaban singkatnya: tidak. Dalam praktik rumah tangga, mematikan lampu saat tidak digunakan justru lebih hemat listrik dibandingkan membiarkannya terus menyala. Meski menyalakan lampu kembali memang memerlukan lonjakan arus listrik, dampaknya sangat kecil dan tidak signifikan terhadap konsumsi listrik maupun tagihan listrik rumah tangga.

Di tengah upaya menghemat energi listrik di rumah, masih banyak masyarakat yang percaya bahwa mematikan lampu justru lebih boros karena saat dinyalakan kembali membutuhkan listrik lebih besar. Anggapan ini membuat sebagian orang memilih membiarkan lampu tetap menyala meskipun ruangan tidak digunakan. Padahal, kebiasaan tersebut justru berpotensi meningkatkan konsumsi listrik harian dan membebani tagihan listrik bulanan.

Tidak sedikit pula yang khawatir bahwa sering menyalakan dan mematikan lampu akan membuat pemakaian listrik melonjak. Lalu, benarkah mematikan lampu lalu menyalakannya kembali membuat konsumsi listrik menjadi lebih boros?

Dari Mana Asal Anggapan Mematikan Lampu Lebih Boros?

Anggapan ini berangkat dari fakta teknis bahwa setiap peralatan listrik membutuhkan lonjakan arus listrik saat pertama kali dinyalakan. Lonjakan tersebut merupakan energi awal yang diperlukan agar perangkat bisa mulai bekerja. Pada peralatan berdaya besar seperti mesin atau motor listrik, lonjakan arus ini memang cukup signifikan dan dapat memengaruhi konsumsi energi.

Namun, prinsip tersebut kerap disamaratakan pada semua jenis peralatan listrik, termasuk lampu rumah tangga. Padahal, karakteristik dan teknologi lampu—terutama lampu modern—sangat berbeda dengan peralatan listrik berdaya besar yang memiliki beban awal tinggi.

Fakta Teknis pada Lampu Rumah Tangga

Pada lampu rumah tangga, khususnya lampu LED yang kini banyak digunakan, lonjakan arus saat dinyalakan bersifat sangat singkat dan berdaya kecil. Konsumsi energi tambahan yang terjadi saat lampu dinyalakan kembali tidak sebanding dengan energi listrik yang terpakai jika lampu dibiarkan menyala terus-menerus dalam waktu lama.

Secara teknis, lonjakan arus memang ada. Namun dalam skala penggunaan rumah tangga, pengaruhnya terhadap total konsumsi listrik sangat kecil dan hampir tidak terasa pada tagihan listrik bulanan. Dengan kata lain, membiarkan lampu menyala tanpa kebutuhan justru lebih berkontribusi pada pemborosan energi.

Bagaimana Praktik Penggunaan Lampu yang Paling Efisien?

Dalam praktik sehari-hari, keputusan mematikan atau membiarkan lampu menyala sebaiknya dilihat dari durasi penggunaan ruangan. Ketika ruangan ditinggalkan selama beberapa menit hingga puluhan menit, membiarkan lampu tetap menyala berarti listrik terus dikonsumsi tanpa manfaat. Sebaliknya, mematikan lampu lalu menyalakannya kembali hanya menimbulkan tambahan konsumsi energi yang sangat kecil.

Karena itu, dalam konteks penggunaan normal di rumah, mematikan lampu saat tidak diperlukan tetap lebih efisien dibandingkan membiarkannya menyala hanya karena takut boros saat dinyalakan kembali. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengendalikan konsumsi listrik harian secara konsisten.

Kesimpulan: Mitos atau Fakta?

Secara teori, menyalakan lampu memang memerlukan lonjakan arus listrik. Namun dalam praktik rumah tangga, anggapan bahwa mematikan lampu lebih boros saat dinyalakan kembali tidak terbukti signifikan. Lonjakan arus yang terjadi terlalu kecil untuk mengalahkan konsumsi listrik yang terus berjalan ketika lampu dibiarkan menyala.

Dengan demikian, pernyataan bahwa mematikan lampu lalu menyalakannya kembali membuat listrik lebih boros dapat dikategorikan sebagai mitos dalam praktik sehari-hari. Kebiasaan mematikan lampu saat ruangan tidak digunakan tetap menjadi langkah sederhana namun efektif untuk menghemat listrik dan menekan tagihan listrik rumah tangga.

FAQ Seputar Penggunaan Lampu dan Konsumsi Listrik

Apakah mematikan lampu berulang kali membuat listrik lebih boros?

Tidak. Lonjakan arus saat menyalakan lampu sangat kecil dan tidak sebanding dengan konsumsi listrik jika lampu dibiarkan menyala terus-menerus.

Apakah jenis lampu memengaruhi konsumsi listrik?

Ya. Lampu LED lebih efisien dan menggunakan daya lebih kecil dibandingkan lampu pijar atau neon, sehingga lebih hemat listrik untuk penggunaan harian.

Kapan sebaiknya lampu dimatikan agar hemat listrik?

Lampu sebaiknya dimatikan saat ruangan tidak digunakan, terutama jika ditinggalkan lebih dari beberapa menit, agar konsumsi listrik tidak terus berjalan tanpa manfaat.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Listrik

Index

Berita Lainnya

Index