Current Date: Selasa, 10 Februari 2026

Alvasta Teknologi Menyambut Era Data Center dan Electric Vehicle

Alvasta Teknologi Menyambut Era Data Center dan Electric Vehicle
Direktur PT Alvasta Teknologi, Bunardi.

Listrik Indonesia | Direktur PT Alvasta Teknologi, Bunardi mengungkapkan bahwa pertumbuhan data center dan meningkatnya populasi electric vehicle (kendaraan listrik/EV) mendorong kebutuhan sistem kelistrikan yang semakin andal dan terintegrasi. Hal tersebut ia ungkapkan di Majalah Listrik Indonesia Edisi 110, dikutip pada Senin (09/02/2026).

Pertumbuhan Data Center dan Dampaknya terhadap Sistem Kelistrikan

Bunardi menjelaskan bahwa sejumlah penyedia layanan cloud global seperti AWS, Microsoft, dan Alibaba telah membangun data center di Indonesia. Keberadaan data center skala besar ini berdampak langsung pada peningkatan konsumsi listrik nasional. Menurutnya, satu hyperscale data center dapat mengonsumsi listrik sebesar 2 hingga 10 megawatt.

Pada tahun ini, roadmap nasional menargetkan penambahan kapasitas data center sebesar 200 megawatt. Peningkatan kapasitas data center tersebut menuntut kesiapan sistem kelistrikan, baik dari sisi keandalan pasokan, jaringan transmisi, maupun infrastruktur gardu induk.

“Semakin banyak data center, semakin besar listrik yang dibutuhkan. Itu artinya PLN harus membuka lebih banyak segmen bisnis,” ujarnya.

Peran Alvasta Teknologi dalam Mendukung Infrastruktur Data Center

Dalam konteks pertumbuhan data center, Alvasta Teknologi mengambil peran dengan menyediakan produk server dan industrial network switch yang memenuhi standar IEC 61850. Standar ini merupakan persyaratan utama dalam pengembangan digital substation dan sistem kelistrikan modern.

Penyediaan teknologi otomasi dan jaringan industri tersebut ditujukan untuk mendukung sistem kelistrikan yang semakin kompleks, seiring meningkatnya beban listrik dari sektor data center, industri digital, dan layanan berbasis cloud. Infrastruktur kelistrikan yang andal menjadi prasyarat penting untuk menjaga kontinuitas operasional data center.

Electric Vehicle Dorong Kenaikan Konsumsi Listrik Nasional

Selain data center, Bunardi juga menyoroti peningkatan populasi electric vehicle sebagai faktor lain yang berpotensi memperbesar konsumsi listrik nasional. Pertumbuhan electric vehicle dinilai akan mengubah pola konsumsi listrik, terutama di wilayah perkotaan.

“Di Jakarta, EV semakin banyak. Selain bebas ganjil-genap, masyarakat mulai memahami nilai lingkungan,” tuturnya.

Ia menyebutkan bahwa ke depan, ekosistem electric vehicle diproyeksikan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan sektor kelistrikan. Peningkatan jumlah electric vehicle akan berdampak pada kebutuhan infrastruktur pengisian daya serta kesiapan jaringan distribusi listrik.

Kebutuhan Infrastruktur Energi yang Terintegrasi

Sejalan dengan perkembangan data center dan electric vehicle, Alvasta melihat kebutuhan infrastruktur energi yang semakin terintegrasi. Sistem kelistrikan dituntut mampu beradaptasi terhadap perubahan pola konsumsi, peningkatan beban listrik, serta kebutuhan pengelolaan jaringan secara real-time.

Menurut Bunardi, integrasi sistem kelistrikan menjadi penting untuk menjaga stabilitas pasokan listrik, khususnya di tengah pertumbuhan data center dan adopsi electric vehicle yang terus meningkat.

Digital Substation sebagai Fondasi Sistem Kelistrikan Modern

Bunardi juga menyampaikan bahwa Alvasta memiliki komitmen untuk mendukung pembangunan sistem kelistrikan modern di Indonesia melalui penerapan teknologi otomasi dan digital substation.

“Bagi publik, jaringan listrik mungkin hanya sebatas saklar yang menyala. Namun bagi Alvasta, setiap gardu induk adalah pusat kehidupan. Di sanalah solusi otomasi mereka bekerja. Produk automation yang kami pasarkan, terutama dari Moxa, sudah digunakan luas di PLN. Salah satunya pada digital substation,” jelas Bunardi.

Ia menjelaskan bahwa penerapan digital substation memungkinkan gardu-gardu lama yang sebelumnya bersifat legacy ditingkatkan menjadi sistem digital terintegrasi. Transformasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memungkinkan sistem membaca data, merespons gangguan, serta mengelola beban listrik secara real-time.

“Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik nasional, solusi ini menjadi fondasi penting untuk menjaga keandalan pasokan listrik,” ujar dia.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Listrik

Index

Berita Lainnya

Index