Listrik Indonesia | Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar Launching Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026 di Gedung Slamet Bratanata, Jakarta, Selasa (10/02/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan penyelenggaraan Global Hydrogen Ecosystem Summit 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 21–23 Juli 2026 di Assembly Hall Jakarta International Convention Center.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung menyampaikan bahwa pemerintah mendukung penyelenggaraan GHES 2026.
“Pemerintah sangat berkepentingan untuk adanya Global Hydrogen Ecosystem Summit ini,” ungkapnya.
Menurutnya, forum tersebut diharapkan dapat menghadirkan teknologi yang mendukung pelaksanaan industrialisasi hidrogen dan memperkuat ekosistem ekonomi secara keseluruhan.
Yuliot menjelaskan bahwa pemanfaatan hidrogen diarahkan tidak hanya sebagai bahan baku industri dan pembangkit, tetapi juga sebagai bahan bakar.
“Pemanfaatan hidrogen ini bukan saja untuk keperluan bahan baku industri dan juga untuk pembangkit tetapi ini juga sudah diarahkan sebagai bahan bakar,” tambahnya.
Pengembangan hidrogen, lanjutnya, sejalan dengan Asta Cita yang dipaparkan oleh Presiden Prabowo.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal EBTKE, Eniya Listiani Dewi menyampaikan bahwa penambahan hidrogen hijau yang diagendakan pada 2026 ditargetkan mencapai lebih dari 199 ton per tahun.
Ia menjelaskan bahwa pada penyelenggaraan GHES 2026 pada Juli mendatang, para pemangku kepentingan akan membahas berbagai rencana aksi, termasuk identifikasi bottleneck dalam pengembangan hidrogen.
Eniya menambahkan bahwa amonia juga dipandang sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi. Menurutnya, sektor-sektor industri yang menggunakan teknologi beremisi karbon rendah berpotensi memperoleh manfaat dari penurunan unsur karbon tersebut.
Ia juga menekankan arahan Wakil Menteri ESDM untuk menghadirkan proyek-proyek yang bersifat konkret dan dapat ditawarkan kepada investor.
Penyelenggaraan FGD dan peluncuran resmi Global Hydrogen Ecosystem Summit 2026 menjadi wadah koordinasi, komunikasi, dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam pengembangan ekosistem hidrogen.
Kegiatan bertujuan untuk:
- Mensosialisasikan rencana penyelenggaraan Global Hydrogen Ecosystem Summit 2026
- Menghimpun pandangan, masukan, dan rekomendasi strategis dari para pemangku kepentingan terkait pengembangan ekosistem hidrogen.
- Memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, lembaga riset, dan mitra internasional.
- Menyusun arah kebijakan dan agenda strategis pengembangan hidrogen nasional dan global.

