Current Date: Selasa, 10 Februari 2026

Industri di KEK Sei Mangkei Beralih ke Gas

Industri di KEK Sei Mangkei Beralih ke Gas
Pertagas Sambung Jargas Baru untuk KEK Sei Mengkei

Listrik Indonesia | Penyaluran gas bumi ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatra Utara, menjadi penopang baru bagi penguatan industri berbasis kimia dan oleochemical di wilayah tersebut. Melalui kolaborasi antara PT Pertamina Gas (Pertagas) dan PT Pertagas Niaga (PTGN), kawasan industri ini kini memperoleh pasokan energi yang lebih stabil sekaligus lebih ramah lingkungan.

Dalam pengembangannya, Pertagas menyiapkan infrastruktur pipa extension untuk menghubungkan jaringan gas nasional dengan KEK Sei Mangkei. Setelah fasilitas siap, PTGN menjalankan fungsi niaga dengan menyalurkan gas bumi kepada pelanggan industri di kawasan tersebut.

Salah satu perusahaan yang telah memanfaatkan pasokan gas ini adalah PT Evyap Sabun Indonesia (ESI), produsen oleochemical yang mulai menerima aliran gas sejak Januari 2026. Volume pasokan dilakukan secara bertahap hingga mencapai sekitar 3.800 MMBTUD, seiring meningkatnya kebutuhan energi proses produksi.

Langkah ini dinilai strategis karena mendukung pengembangan industri hilir berbasis sumber daya kelapa sawit yang menjadi unggulan Sumatra. Dengan pasokan gas bumi, sektor oleochemical diharapkan mampu meningkatkan efisiensi energi sekaligus menekan biaya operasional dibandingkan penggunaan bahan bakar konvensional.

President Director PTGN, Toto Yulianto, menyebut pengaliran gas ke KEK Sei Mangkei sebagai bagian dari upaya memperluas pemanfaatan gas bumi di sektor industri. Menurutnya, kehadiran gas bumi akan memperkuat keandalan pasokan energi di kawasan industri strategis serta mendorong daya saing produk turunan kimia dalam negeri.

“Pemanfaatan gas bumi diharapkan memberi manfaat ganda, yakni meningkatkan efisiensi industri sekaligus mendukung agenda dekarbonisasi nasional,” ujar Toto.

Ia menambahkan, PTGN bersama Pertagas akan terus membuka peluang kerja sama dengan pelaku industri lain untuk memanfaatkan gas bumi sebagai energi transisi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Dari sisi infrastruktur, Corporate Secretary Pertamina Gas, Sulthani Adil Mangatur, menjelaskan bahwa jaringan pipa Arun–Belawan menjadi jalur utama pengiriman gas ke wilayah Sumatra bagian utara, termasuk KEK Sei Mangkei. Untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan, Pertagas membangun pipa tambahan sebagai penguatan sistem distribusi.

“Pengembangan jaringan pipa ini sejalan dengan komitmen Pertamina dalam memperkuat infrastruktur gas bumi nasional dan mendukung transisi energi,” kata Sulthani.

Ia menilai pemanfaatan gas bumi oleh industri akan membantu pengurangan emisi karbon sekaligus meningkatkan efisiensi biaya produksi. Hal tersebut diharapkan memberi kontribusi nyata terhadap target penurunan emisi sektor industri dan agenda net zero emission nasional.

Secara kinerja, sepanjang 2025 Pertagas mencatat volume transmisi gas melampaui 1.500 MMSCFD, atau tumbuh sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tren ini mencerminkan meningkatnya peran gas bumi sebagai tulang punggung pasokan energi untuk industri di berbagai kawasan ekonomi khusus.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Gas

Index

Berita Lainnya

Index