Listrik Indonesia | Pemerintah memastikan ketersediaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) nasional dalam kondisi aman menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa stok cadangan LPG nasional saat ini berada di atas ambang batas minimum.
“Yang kedua menyangkut LPG, LPG kita sampai dengan hari ini stok cadangan nasional kita adalah 12 hari,” ujar Bahlil dalam Konferensi Pers Kesiapan Sektor ESDM Menghadapi Periode Hari Raya Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (19/12/2025).
Bahlil menjelaskan, dengan posisi saat ini yang masih tanggal 19 Desember, stok LPG nasional dinilai cukup hingga akhir tahun, bahkan apabila tidak ada tambahan pasokan masuk. “Sampai dengan tanggal 31, sekarang kan tanggal 19. Jadi tanggal 31 baru habis ini, kalau tidak ada stok masuk,” katanya.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, stok LPG nasional tercatat sebesar 314.394 metrik ton (MT). Dengan rata-rata penyaluran harian atau Daily Objective Throughput (DOT) sebesar 25.832 MT per hari, cadangan nasional LPG mencapai sekitar 12,17 hari. Angka tersebut menunjukkan kondisi pasokan LPG nasional berada dalam status aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode libur akhir tahun.
Bahlil menambahkan, pemerintah terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor untuk menjaga kelancaran distribusi LPG. Ia mengapresiasi komunikasi yang berjalan antara Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Pertamina, serta PT Pertamina Patra Niaga dalam menjaga stabilitas pasokan.
“Tapi ini kita jalankan terus. Saya terima kasih Pak Simon. Komunikasi kita terus lewat Dirjen Migas dengan teman-teman Patra Niaga, Pertamina. Jadi LPG pun clear, enggak ada masalah,” tutup Bahlil.

