Listrik Indonesia | Pemerintah berencana membangun pipa transmisi gas bumi yang menghubungkan Aceh hingga Jawa Timur sebagai bagian dari penguatan infrastruktur gas nasional. Melalui jaringan ini, potensi gas dari wilayah Aceh diharapkan dapat disalurkan ke pusat-pusat konsumsi di Pulau Jawa.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, mengatakan pipa transmisi gas akan dibangun secara terintegrasi dari Aceh hingga Jawa Timur sehingga membentuk satu jalur utama distribusi gas di Indonesia bagian barat.
"Kalau kita perhatikan di Indonesia bagian barat, itu akan diselesaikan dengan pipa transmisi. Jadi dari Aceh sampai Jawa Timur itu akan diselesaikan dengan satu pipa transmisi," kata Laode, dikutip Selasa (30/12/2025).
Di perairan lepas pantai Aceh, khususnya di wilayah Blok Andaman, telah ditemukan tiga blok utama, yaitu Andaman I, Andaman II, dan Andaman III. Setiap blok diperkirakan memiliki potensi gas sekitar 6 triliun kaki kubik (Tcf).
Sebagai bagian dari pengembangan jaringan tersebut, pipa transmisi Cirebon–Semarang tahap pertama (Cisem-1) telah selesai dibangun pada 2023 dan saat ini telah menyalurkan gas ke Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah. Selanjutnya, pembangunan pipa Cisem tahap kedua (Cisem-2) ditargetkan rampung pada 2026 untuk mengalirkan gas dari Jawa Timur menuju Jawa Barat.
Laode menjelaskan, apabila seluruh ruas pipa tersebut telah diselesaikan, maka jaringan pipa transmisi gas Trans Sumatra–Jawa akan terbangun secara menyeluruh. Jaringan ini juga akan terintegrasi dengan pipa Dumai–Sei Mangkei (Dusem) yang saat ini tengah dikembangkan.
Melalui jaringan pipa tersebut, pemerintah membuka peluang penyaluran gas dari sejumlah sumber pasokan, termasuk Blok Andaman di lepas pantai Aceh.
"Lalu bagaimana dengan infrastruktur lain? Infrastruktur lain seperti yang sudah disampaikan oleh Pak Menteri, bahwa saat ini sudah disampaikan infrastruktur ke Danantara untuk disiapkan kilang, kemudian storage. Nah, ini akan kita lihat dalam waktu yang tidak akan lama lagi akan di-announce mengenai hal ini," ujar Laode.

