Rencana Erick Thohir Memangkas BUMN Karya: Apakah Ini Langkah Cerdas untuk Percepatan Pembangunan?

Rencana Erick Thohir Memangkas BUMN Karya: Apakah Ini Langkah Cerdas untuk Percepatan Pembangunan?
Menteri BUMN, Erick Thohir/Dok.google

Listrik Indonesia | Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir baru-baru ini mengumumkan bahwa Kementerian BUMN akan memangkas jumlah BUMN karya sebagai bagian dari upayanya mendukung percepatan program swasembada pangan, energi, dan hilirisasi yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. 

Erick menjelaskan bahwa sektor infrastruktur memiliki peran yang sangat penting untuk mendukung berbagai program strategis pemerintah. "Infrastruktur ini menjadi sebuah kunci kesuksesan dari swasembada energi, pangan, hilirisasi karena dengan infrastruktur itu kita bisa menekan seluruh biaya logistik di pelabuhan, bandara, jalan tol, maupun jalan-jalan yang ada di daerah," ujarnya dikutip, Selasa (19/11). 

BACA JUGA: PLN Boyong Lima Kerja Sama Strategis di Azerbaijan

Mengingat, banyak BUMN karya yang sudah lama beroperasi dan memiliki pengalaman dalam sektor ini, pemangkasan ini berisiko menimbulkan ketidakstabilan dalam jangka pendek. Konsolidasi yang terlalu cepat bisa berisiko, terutama jika tidak disertai dengan perencanaan yang matang.

Langkah konsolidasi terhadap tujuh BUMN karya menjadi hanya tiga BUMN karya, seperti yang dijanjikan oleh Erick, memang diharapkan dapat mempercepat pencapaian target-target pemerintah. Erick sendiri menyatakan, “Ketujuh BUMN ini akan dipayungi oleh tiga induk. Ini bagian dari restrukturisasi, dan kami yakin langkah ini akan mempercepat pencapaian target-target pemerintah.” 

Namun, apakah efisiensi yang diharapkan akan terwujud? Jangan sampai konsolidasi ini hanya menjadi langkah kosmetik untuk mengurangi jumlah perusahaan tanpa benar-benar mengatasi masalah struktural dan birokrasi yang ada dalam tubuh BUMN. Jika tidak, dampaknya bisa berbalik arah, memperburuk kondisi dan mengganggu kelancaran pelaksanaan proyek strategis nasional.

Erick juga memastikan bahwa perampingan ini tidak akan mengganggu penugasan dan percepatan program yang ditargetkan pemerintah. “InsyaAllah, kita akan jalankan. Terlebih lagi, sebelumnya kita telah melakukan restrukturisasi. Kami bekerja keras untuk memastikan bahwa BUMN karya ini berada dalam kondisi sehat dan menjalankan efisiensi dengan baik,” tambahnya. 

BACA JUGA: Mengenal Mixed Use Building yang Menawarkan Segalanya dalam Satu Tempat

Lebih jauh lagi, Erick menegaskan komitmennya untuk menjaga tata kelola yang baik dan bertindak tegas terhadap pelanggaran hukum. "Siapa pun yang melakukan pelanggaran, kemarin kita bekerja sama dengan Kejaksaan Agung, sudah banyak juga yang ditahan karena kasus-kasus. Jadi, direksi yang sekarang, kita yakini mereka benar-benar bekerja secara profesional, transparan, dan efisiensi, kita terus tekan," ungkap Erick. 

Kasus-kasus pelanggaran yang terjadi di BUMN karya selama ini menunjukkan bahwa masalah tidak hanya terletak pada individu yang terlibat, tetapi juga pada sistem yang memungkinkan hal itu terjadi. Tanpa perbaikan sistemik, langkah-langkah seperti ini hanya akan mengobati gejala, bukan akar masalah.

Perampingan BUMN karya yang dilakukan oleh Erick Thohir memang mencerminkan ambisi besar untuk memperbaiki dan mempercepat pencapaian tujuan nasional. Namun, tanpa pendekatan yang lebih kritis dan pemikiran yang lebih matang tentang dampak jangka panjangnya, langkah ini berisiko menjadi langkah yang tidak tepat sasaran. BUMN karya perlu lebih dari sekadar konsolidasi dan restrukturisasi untuk bisa bertransformasi menjadi entitas yang efisien dan kompetitif. 

Ke depan, tidak hanya komitmen untuk efisiensi yang penting, tetapi juga keseriusan dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi BUMN untuk berkembang tanpa tergantung pada keputusan yang berisiko.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Menteri BUMN

Index

Berita Lainnya

Index