Tak Hanya Lip Service! PLN Buktikan Komitmen Kesetaraan Gender di Tingkat Kepemimpinan

Tak Hanya Lip Service! PLN Buktikan Komitmen Kesetaraan Gender di Tingkat Kepemimpinan
Direktur Utama PLN Enjiniring sekaligus Ketua Harian Srikandi PLN, Chairani Rachmatullah/Dok. KDR (Listrik Indonesia)

Listrik Indonesia | PT PLN (Persero) sukses meningkatkan persentase manajemen perempuan dari 16% menjadi 18% tahun ini. Peningkatan ini mencerminkan komitmen PLN terhadap pengarusutamaan gender yang sejalan dengan nilai Environmental, Social, and Governance (ESG).

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, menjelaskan bahwa hal ini sejalan dengan program Asta Cita yang didorong oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai prioritas kinerja Kementerian PPA selama 5 tahun ke depan.

"Hal tersebut merupakan komitmen peranan kami di pemerintah saat ini, terutama dalam meningkatkan kebijakan yang mendukung kesetaraan gender dan penguatan peran perempuan pada tingkat kepemimpinan," ujar Arifah dalam diskusi Women's Leadership Driving ESG: Empowering Women in Corporate Leadership di Jakarta, Selasa (26/11).

Direktur Utama PLN Enjiniring sekaligus Ketua Harian Srikandi PLN, Chairani Rachmatullah, menyebutkan bahwa dari total 56 ribu karyawan PLN, 20% di antaranya adalah perempuan. PLN juga berhasil meningkatkan jumlah perempuan yang memegang posisi kepemimpinan di PLN Group, yang kini mencapai 18%.

Selain itu, PLN menunjukkan peningkatan dalam pencapaian Nominated Talent, yaitu program penetapan calon pemimpin potensial. Persentase perempuan dalam Nominated Talent naik dari 22% menjadi 30%. “Kita sudah punya stok calon pemimpin perempuan yang cukup, sehingga ke depan kita bisa melihat lebih banyak pemimpin perempuan yang memenuhi standar,” ujar Chairani.

Menurut Chairani, PLN percaya bahwa kehadiran perempuan dalam jajaran kepemimpinan bisa membawa dampak positif pada kinerja perusahaan. “Perempuan biasanya memiliki kemampuan nurturing yang kuat, dan ini menjadi aset berharga bagi korporasi. Mereka cenderung tanpa lelah memastikan segala sesuatu tetap berjalan di jalurnya,” jelas Chairani.

Atas upaya ini, PLN tahun lalu meraih penghargaan tertinggi sebagai perusahaan listrik dengan ESG risk rating terbaik di ASEAN tahun 2023. Di tingkat global, PLN menempati peringkat ke-4 dunia dalam Risk Rating ESG dengan skor 30,3, hanya terpaut 9 poin dari peringkat pertama.

Ketika ditanya mengenai dampak kepemimpinan perempuan pada kinerja perusahaan, Chairani yakin ada hubungan positif di antara keduanya. “Perempuan umumnya lebih detil, teliti, dan konsisten dalam mengawal serta memastikan target tercapai,” katanya.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Sosial dan Budaya Kementerian PPA, Eko Novi Ariyanti Rahayu Damayanti, menambahkan bahwa upaya untuk mencapai tujuan kesetaraan gender bukanlah hal yang mudah. Eko mengungkapkan bahwa sejak tahun 2000, pengarusutamaan gender terus digaungkan.

Meski begitu, dibutuhkan upaya luar biasa secara berkelanjutan agar hal ini bisa tercapai. Untuk itu, Eko mendorong agar semua pihak, baik pemerintah, dunia usaha, hingga peran media masih sangat dibutuhkan untuk mengimplementasikan kesetaraan gender di Indonesia.

“Kami berterima kasih kepada PLN yang telah menjadikan strategi pengarusutamaan gender sebagai bagian dari strategi perusahaan. Ini dapat menjadi contoh praktik baik bagi perusahaan lain. Proses menuju kesetaraan gender bukanlah hal yang mudah dan tidak bisa dicapai dengan cepat. Ini memerlukan proses panjang dan perubahan pola pikir,” ujar Eko. (KDR)

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#PLN Enjiniring

Index

Berita Lainnya

Index