Bank Mandiri Beli 5.000 Kredit Karbon

Bank Mandiri Beli 5.000 Kredit Karbon
Gedung Bank Mandiri

Listrik Indonesia | Bank Mandiri kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 dengan menerima sertifikat dari IDXCarbon. Penghargaan ini diberikan atas partisipasi Bank Mandiri dalam peluncuran platform Perdagangan Karbon Internasional Indonesia, yang bertujuan memperkuat ekosistem perdagangan karbon serta mendorong transisi Indonesia menuju ekonomi rendah emisi. Inisiatif ini juga selaras dengan target perusahaan untuk mencapai Net Zero Emission Operasional pada 2030. 

Sebagai langkah nyata dalam mendukung pengurangan emisi, Bank Mandiri telah membeli 5.000 tCO?e kredit karbon yang berasal dari proyek Conversion of Single Cycle to Combined Cycle on Power Plant. Proyek ini berfokus pada peningkatan efisiensi pembangkit listrik dengan mengubah sistem siklus tunggal (PLTG) menjadi siklus gabungan (PLTGU). Teknologi ini memungkinkan pemanfaatan panas buang untuk menghasilkan uap tambahan, yang pada akhirnya meningkatkan produksi listrik dan mengurangi intensitas emisi per kWh. 

Proyek yang berlokasi di Segarajaya, Bekasi, Jawa Barat ini telah melewati proses validasi dan verifikasi oleh pihak ketiga, memastikan kredibilitas serta efektivitasnya dalam mendukung upaya dekarbonisasi. Langkah ini sejalan dengan fokus investasi Bank Mandiri pada sektor energi terbarukan, efisiensi energi, serta infrastruktur berkelanjutan yang sesuai dengan taksonomi hijau Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Di sisi lain, Bank Mandiri juga berhasil menghimpun dana sebesar Rp 5 triliun melalui penerbitan Green Bond pada Juni 2023, dengan tingkat oversubscription mencapai 3,7 kali lipat. Dana tersebut dialokasikan sepenuhnya untuk mendukung Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL), yang bertujuan mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon dan berkontribusi pada target nasional pengurangan emisi. 

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman, menegaskan bahwa inisiatif ini menjadi tonggak penting dalam upaya Indonesia menurunkan emisi karbon secara global. Jika sebelumnya perdagangan karbon di Indonesia hanya melibatkan pelaku pasar domestik, kini dengan peluncuran perdagangan karbon internasional, IDXCarbon siap memfasilitasi transaksi karbon lintas negara. 

Pembukaan pasar karbon Indonesia bagi investor asing diharapkan dapat meningkatkan kontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca. IDXCarbon juga menegaskan bahwa entitas internasional yang membeli unit karbon dari platform ini dapat mengklaim pengurangan emisi sesuai dengan Nationally Determined Contribution (NDC). 

Peluncuran platform Perdagangan Karbon Internasional Indonesia menjadi langkah strategis dalam perjalanan keberlanjutan Indonesia. Dengan mekanisme perdagangan yang transparan, perusahaan dapat lebih mudah mencapai target pengurangan karbon sambil berkontribusi pada inisiatif dekarbonisasi yang telah diverifikasi. 

Sebagai bagian dari komitmennya terhadap keuangan berkelanjutan, Bank Mandiri terus mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam operasional dan bisnisnya. Dengan strategi ini, Bank Mandiri berperan aktif dalam membangun masa depan yang lebih hijau bagi Indonesia.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Net Zero Emission

Index

Berita Lainnya

Index