Listrik Indonesia | Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan Peta Jalan Hidrogen dan Amonia Nasional (RHAN) sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi dan mencapai target emisi nol bersih pada 2060. Dokumen strategis ini dirancang untuk menjadi panduan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan ekosistem hidrogen dan amonia secara berkelanjutan di Indonesia.
Penyusunan RHAN melibatkan berbagai pihak melalui pendekatan berbasis kebutuhan (demand-driven based method) dan proses konsensus, mencerminkan semangat kolaborasi lintas sektor untuk mendorong swasembada energi nasional, meningkatkan daya saing ekonomi, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.
Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM berterima kasih kepada Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru atas dukungan pendanaan, Global Green Growth Institute (GGGI) sebagai mitra implementasi melalui Program Renewable Energy-Accelerated Transition in Indonesia (RE-ACT), serta Institut Teknologi Bandung (ITB) yang telah menyediakan tenaga ahli dalam proses penyusunan dokumen ini.
Hidrogen dan Amonia, Pilar Penting Transisi Energi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan pentingnya pengembangan hidrogen dan amonia sebagai bagian dari strategi mencapai ketahanan energi nasional. "Transisi energi menjadi prioritas utama dalam upaya mendukung keberlanjutan, ketahanan, dan kemandirian energi nasional. Hidrogen, sebagai sumber energi bersih, berpotensi besar mendorong ekonomi rendah karbon yang inklusif," dalam sambutanya.
Strategi Hidrogen Nasional (SHN) yang telah dirilis pada Desember 2023 menjadi dasar penyusunan RHAN. Dalam dokumen tersebut, pengembangan hidrogen difokuskan pada tiga pilar utama: mendukung pemanfaatan energi terbarukan, mendorong dekarbonisasi, dan menjadikan hidrogen sebagai komoditas strategis.
Menteri Bahlil juga menekankan perlunya sinergi kuat antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat untuk mengakselerasi pengembangan ekosistem hidrogen. "Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci mempercepat transisi energi menuju ekonomi hidrogen nasional yang berkelanjutan," tambahnya.
Tiga Tahap Pengembangan hingga 2060
RHAN membagi pengembangan hidrogen dan amonia ke dalam tiga tahap utama:
• Tahap Inisiasi (2025–2034): Fokus pada penyusunan regulasi, pengembangan kapasitas, dan pelaksanaan proyek percontohan.
• Tahap Pengembangan dan Integrasi (2035–2044): Mulai membangun infrastruktur dan mengintegrasikan teknologi hidrogen dan amonia ke sektor industri dan energi.
• Tahap Akselerasi dan Keberlanjutan (2045–2060): Meningkatkan skala produksi dan pemanfaatan hidrogen serta memastikan keberlanjutan ekosistem yang telah terbentuk.
Proyeksi pemerintah menyebutkan bahwa pada tahun 2060, permintaan hidrogen di Indonesia dapat mencapai 11,8 juta ton per tahun, sementara permintaan amonia diperkirakan mencapai 9,6 juta ton per tahun.
Direktur Jenderal EBTKE, Eniya Listiani Dewi, menambahkan bahwa dengan potensi sumber energi terbarukan yang besar dan komitmen tinggi terhadap pengurangan emisi karbon, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi pusat (hub) hidrogen global. "Hidrogen berperan vital dalam dekarbonisasi sektor-sektor sulit seperti pelayaran, penerbangan, dan industri berat," dalam sambutan dia.
Komitmen Menuju Net Zero Emission
Melalui dokumen ini, pemerintah menegaskan kembali komitmennya dalam menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 358 juta ton CO2-eq secara mandiri pada 2030, dengan target lebih ambisius untuk mencapai Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat. Pada tahun 2024, sektor energi telah berhasil menurunkan emisi sebesar 147,61 juta ton CO2-eq.
RHAN diharapkan tidak hanya menjadi dokumen strategis, tetapi juga menjadi pedoman praktis dalam pembangunan ekosistem hidrogen dan amonia nasional yang kokoh, mendukung swasembada energi, serta memperkuat peran Indonesia dalam aksi global melawan perubahan iklim.
SEGERA BACA: Menuju Net Zero Emission, Pemerintah Rilis Peta Jalan Hidrogen dan Amonia
Pemerintah Luncurkan Peta Jalan Hidrogen dan Amonia Nasional

