Dituding Rusak Keindahan Raja Ampat, Ini Profil Perusahaan PT Gag Nikel

Dituding Rusak Keindahan Raja Ampat, Ini Profil Perusahaan PT Gag Nikel
Dok: PT Gag

Listrik Indonesia | PT Gag Nikel merupakan perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan nikel dan beroperasi di Pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Perusahaan ini merupakan anak usaha dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam), bagian dari Holding BUMN Pertambangan, MIND ID.

Awalnya, mayoritas saham PT Gag Nikel dimiliki oleh Asia Pacific Nickel Pty. Ltd. (APN Pty. Ltd) sebesar 75 persen, sementara PT Antam Tbk memiliki 25 persen saham. Namun, pada tahun 2008, PT Antam Tbk mengambil alih seluruh saham milik APN Pty. Ltd, sehingga sejak saat itu, kepemilikan PT Gag Nikel sepenuhnya berada di bawah kendali PT Antam Tbk.

PT Gag Nikel resmi berdiri berdasarkan Kontrak Karya Generasi VII yang tertuang dalam surat keputusan No. B53/Pres/I/1998 yang ditandatangani Presiden Republik Indonesia pada 19 Januari 1998. Kantor pusat perusahaan ini berada di Antam Office Building Tower B, Lantai MZ, Jalan TB Simatupang No. 1, Jakarta Selatan.

Berdasarkan laporan hingga 31 Desember 2018, total cadangan nikel yang dimiliki PT Gag Nikel tercatat sebesar 47,76 juta wmt, terdiri dari 39,54 juta wmt bijih nikel saprolit dan 8,22 juta wmt bijih nikel limonit. Sementara itu, total sumber daya nikel perusahaan ini mencapai 314,44 juta wmt, terbagi menjadi 160,08 juta wmt bijih nikel saprolit dan 154,36 juta wmt limonit.

Struktur Manajemen
Direksi

Plt. Presiden Direktur (Direktur Operasi): Arya Arditya Kurnia

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM: Aji Priyo Anggoro

Dewan Komisaris

Presiden Komisaris: Hermansyah

Komisaris: Lana Saria

Komisaris: Ahmad Fahrur Rozi

Komisaris: Saptono Adji

PT Gag Nikel saat ini menjadi sorotan setelah kegiatan operasionalnya dihentikan sementara oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Keputusan ini diambil menyusul adanya keluhan masyarakat yang mengaitkan aktivitas pertambangan dengan dampaknya terhadap kawasan wisata Raja Ampat. Pemerintah menyatakan akan melakukan verifikasi lapangan sebelum memutuskan langkah lebih lanjut.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Pertambangan

Index

Berita Lainnya

Index