Ingin Bangun PLTN, Ini Permintaan Thorcon Kepada Pemerintah

Ingin Bangun PLTN, Ini Permintaan Thorcon Kepada Pemerintah
Gambar ilustrasi PLTN.

Listrik Indonesia | Forum Asean Nuclear Business Platform (ANBP) 2025 kembali menjadi ruang penting bagi pembahasan teknologi nuklir di kawasan, termasuk bagi Thorcon International yang memaparkan sejumlah syarat apabila Indonesia ingin menjadi tuan rumah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) demonstrasi mereka. Dalam forum yang berlangsung 9–11 Desember di Movenpick Hotel, Jakarta Pusat, CEO Thorcon Matt Wilkinson menjelaskan berbagai kebutuhan perusahaan untuk memastikan proyek dapat berjalan sesuai rencana.

Permintaan Percepatan Perizinan Non-Nuklir
Thorcon menekankan bahwa proses perizinan menjadi aspek penting yang harus dipastikan sejak awal. Matt meminta pemerintah mempercepat seluruh perizinan non-nuklir agar tidak menimbulkan hambatan administratif. “Tidak boleh ada penundaan menunggu izin pemerintah mana pun, kecuali yang diwajibkan oleh regulator nuklir,” tegasnya.

Kepastian Komersialisasi Setelah Fase Demonstrasi
Selain perizinan, Thorcon meminta jaminan bahwa PLTN demonstrasi dapat langsung berubah status menjadi pembangkit komersial setelah terbukti berfungsi sesuai spesifikasi teknis. “Setelah kami menunjukkan bahwa pembangkit kami berperilaku sesuai yang dijanjikan, kami berharap negara tuan rumah segera mengubah statusnya dari pembangkit demonstrasi menjadi komersial dan mengizinkan kami menjual listrik ke jaringan,” jelas Matt.

Regulator Nuklir yang Independen dan Kepastian Tanggung Jawab Hukum
Matt juga menekankan pentingnya keberadaan regulator nuklir yang kuat dan independen sebagai prasyarat utama bagi perusahaan. Ia meminta kepastian bahwa skema tanggung jawab hukum ditetapkan sesuai standar internasional. “Kami memerlukan konfirmasi bahwa pembangkit listrik dan pusat persiapan bahan bakar masuk dalam standar maksimum tanggung jawab global sebesar 400 juta dolar AS,” terangnya.

Permintaan Dukungan Tapak dan Infrastruktur Pendukung
Thorcon menegaskan bahwa dukungan pemerintah untuk penyediaan lokasi tapak sangat diperlukan, termasuk fasilitas pendukung seperti pusat persiapan bahan bakar. Perusahaan menyatakan bahwa lokasi yang paling sesuai tetap Pulau Kelasa, di lepas pantai Bangka.

Potensi Ekspansi Setelah Proyek Awal
Jika proyek demonstrasi Indonesia berjalan lancar, Thorcon menyatakan kesiapannya menambah kapasitas pembangkit secara bertahap. “Kami juga berharap dapat menambah pembangkit listrik 500 MW secara komersial kepada negara tuan rumah setelahnya,” ujar Matt.

Manfaat yang Diklaim Thorcon
Dalam paparannya, Matt menegaskan bahwa teknologi reaktor garam cair (MSR) yang mereka tawarkan dapat menyediakan pasokan listrik yang stabil dan berbiaya terjangkau. “Kami menyediakan listrik yang aman, bersih, dan terjangkau dalam skala besar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi yang mendalam, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong terwujudnya aspirasi Net Zero,” katanya.

Di penghujung sesi, Matt mengajak para pengambil keputusan untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai peluang kerja sama. “Jika ini menarik bagi siapa pun di ruangan ini, silakan temui saya,” ucapnya.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#PLTN

Index

Berita Lainnya

Index