Listrik Indonesia | Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaiman, mengungkapkan bahwa rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Desember 2025 mengalami penurunan seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kelebihan pasokan minyak dunia. Hal tersebut ia ungkapkan di Jakarta, dikutip pada Senin (19/01/2026).
“Penurunan ICP bulan Desember juga disebabkan peningkatan suplai minyak dunia, di mana terdapat peningkatan produksi OPEC+ bulan November 2025 yang dibandingkan dengan November 2024 atau month over month (mom), menjadi 43,065 ribu bph,” ungkapnya.
Rata-rata ICP bulan Desember 2025 ditetapkan pada level USD61,10 per barel, turun USD1,73 per barel dibandingkan ICP November 2025 yang sebesar USD62,83 per barel. Penetapan ICP Desember 2025 tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 10.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Bulan Desember 2025 tanggal 9 Januari 2025.
Penurunan ICP pada Desember 2025 dipengaruhi oleh kekhawatiran pasar terhadap narasi “super glut” atau kelebihan pasokan, serta kondisi oversupply minyak dunia. Situasi ini dipengaruhi oleh tingginya produksi minyak Amerika Serikat, peningkatan produksi OPEC+, serta proyeksi International Energy Agency (IEA) yang memperkirakan surplus minyak dunia pada 2026 sebesar 3,7–4 juta barel per hari (bph), melebihi level stok pada masa pandemi.
Laode Sulaiman menyatakan, faktor lain yang turut memengaruhi penurunan ICP adalah potensi meredanya risiko geopolitik Rusia–Ukraina, menyusul adanya penawaran pembatalan aspirasi Ukraina untuk bergabung dengan NATO. Selain itu, pejabat Rusia juga menyampaikan proyeksi kenaikan produksi minyak pada 2025 menjadi 10,36 juta bph dan kembali meningkat pada 2026 mencapai 10,54 juta bph.
Di sisi lain, OPEC merevisi proyeksi pertumbuhan produksi negara Non-OPEC+ pada 2025 dibandingkan 2024. Dalam publikasi Desember 2025, pertumbuhan produksi tersebut naik 40 ribu bph dibandingkan proyeksi November 2025 menjadi 0,95 juta bph. Sementara itu, S&P Global merevisi proyeksi pertumbuhan permintaan minyak tahun 2025 turun 16 ribu bph menjadi 730 ribu bph pada publikasi Desember 2025 dibandingkan bulan sebelumnya.
Untuk kawasan Asia Pasifik, perubahan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh penurunan crude throughput China sebesar 0,9% secara bulanan (mom) pada November 2025 menjadi 14,86 juta bph, yang merupakan level terendah dalam enam bulan terakhir.
Sejalan dengan kondisi tersebut, harga rata-rata minyak mentah utama dunia pada Desember 2025 dibandingkan November 2025 juga mengalami penurunan.
- Dated Brent turun sebesar USD0,95/barel dari USD63,65/barel menjadi USD62,70/barel.
- WTI (Nymex) turun sebesar USD1,61/barel dari USD59,48/barel menjadi USD57,87/barel.
- Brent (ICE) turun sebesar USD2,02/barel dari USD63,66/barel menjadi USD61,64/barel.
- Basket OPEC turun sebesar USD2,61/barel dari USD64,46/barel menjadi USD61,85/barel.
- Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia turun sebesar USD1,73/barel dari USD62,83/barel menjadi USD61,10/barel.
