Berapa Persen Serapan Anggaran Kementerian ESDM Sepanjang 2025?

Berapa Persen Serapan Anggaran Kementerian ESDM Sepanjang 2025?
Gedung Kementerian ESDM.

Listrik Indonesia | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa realisasi anggaran Kementerian ESDM sepanjang 2025 mencapai Rp13,19 triliun atau setara 91,32 persen dari pagu anggaran sebesar Rp14,444 triliun. Hal tersebut ia ungkapkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Jakarta, dikutip pada Jumat (23/01/2026).

Bahlil menjelaskan, sisa anggaran yang tidak terealisasi mencapai Rp1,506 triliun. Angka tersebut berasal dari pengembalian blokir efisiensi dan optimalisasi anggaran oleh Kementerian Keuangan. Menurutnya, tingkat penyerapan tersebut sesuai dengan target yang telah disampaikan sebelumnya.

“Penyerapan anggaran waktu itu kami janjikan akan di sekitaran di atas 90%, dan alhamdulillah realisasinya itu 91,32%, dan sisanya sebagian itu dibintang oleh Kementerian Keuangan sekitar Rp1,5T. Itu dari sisi anggaran dan penyerapan anggaran sebanyak ini melahirkan beberapa target kinerja kita,” ujar Bahlil.

Ia menyampaikan bahwa anggaran yang terserap pada 2025 digunakan untuk mendukung berbagai program swasembada energi. Salah satunya adalah pencapaian lifting minyak bumi sebesar 605,3 ribu barel per hari (bph), yang melampaui target sebesar 605 ribu bph. Sementara itu, rata-rata lifting gas bumi pada 2025 tercatat sebesar 951,8 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD), masih berada di bawah target 1.005 MBOEPD.

Meski tidak mencapai target, Bahlil menegaskan bahwa produksi gas bumi nasional pada 2025 tetap mampu memenuhi kebutuhan domestik tanpa impor. Ia menyebutkan bahwa pada awal tahun sempat terdapat rencana impor akibat potensi defisit antara konsumsi dan produksi gas.

“Sekalipun di awal tahun kita ada rencana mengalami defisit antara konsumsi kita dan produksi. Bahkan sempat kita merencanakan untuk melakukan impor. Tapi dengan kerja keras dari tim Kementerian ESDM dan SKK Migas, dan juga beberapa BUMN kita, Alhamdulillah di 2025 tidak ada impor LNG,” jelas Bahlil.

Selain sektor hulu migas, realisasi anggaran 2025 juga dialokasikan untuk program kelistrikan, khususnya bagi masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Melalui program listrik desa, pemerintah telah menyediakan akses listrik bagi 77.616 rumah tangga yang tersebar di 1.516 lokasi di seluruh Indonesia.

Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) juga dilaksanakan untuk menjangkau masyarakat yang sebelumnya belum teraliri listrik PLN. Sepanjang 2025, program tersebut diberikan kepada 205.968 rumah tangga. Pemerintah menargetkan seluruh desa dan dusun di Indonesia dapat teraliri listrik pada 2029.

“Program strategis energi kita ke depan adalah program listrik desa kita kembangkan terus. Karena target Bapak Presiden yang diberitakan kepada kami, 2029 seluruh desa dan dusun harus semuanya selesai,” ujar Bahlil.

Capaian realisasi anggaran Kementerian ESDM tersebut mendapat apresiasi dari Komisi XII DPR RI. Anggota Komisi XII DPR RI Junaidi Auly menilai tingkat penyerapan anggaran tersebut mencerminkan capaian kinerja sektor energi.

“Kami mengapresiasi pencapaian realisasi anggaran yang 91,32 persen. Tentunya ini betul-betul mencerminkan capaian outcome strategis sektor energi,” ujar Junaidi.

Sementara itu, untuk tahun anggaran 2026, total Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian ESDM setelah penajaman ditetapkan sebesar Rp9,34 triliun. Anggaran tersebut terdiri atas rupiah murni sebesar Rp7,23 triliun, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp1,72 triliun, serta pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp0,39 triliun.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Kementerian ESDM

Index

Berita Lainnya

Index