Current Date: Minggu, 15 Februari 2026

Kilang Mini LNG Pertama di Jawa Diresmikan, Siap Salurkan Gas ke Kawasan Industri

Kilang Mini LNG Pertama di Jawa Diresmikan, Siap Salurkan Gas ke Kawasan Industri
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot meresmikan kilang mini LNG PT Likuid Nusantara Gas di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Jawa Timur, Rabu (11/2/2026).

Listrik Indonesia | Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot meresmikan kilang mini LNG PT Likuid Nusantara Gas di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Jawa Timur, Rabu (11/2/2026). 

Fasilitas ini merupakan kilang mini LNG pertama di Pulau Jawa yang dirancang untuk memperluas distribusi gas bumi domestik ke sektor industri, pembangkit listrik, dan pusat pertumbuhan ekonomi.

Peresmian fasilitas mini LNG tersebut menandai pengembangan metode distribusi gas bumi selain jaringan pipa, dengan pendekatan pencairan gas menjadi Liquefied Natural Gas (LNG) skala kecil agar lebih fleksibel dalam penyaluran. 

"Peresmian kilang mini LNG PT Likuid Nusantara Gas ini merupakan kilang LNG pertama di Pulau Jawa. Ini merupakan momentum bagaimana kita bisa memanfaatkan gas produksi dalam negeri, dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk keperluan industri, pembangkit listrik, dan juga berbagai kegiatan ekonomi lain. Ke depan tidak tertutup kemungkinan pemanfaatan LNG melalui kilang mini ini didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia," ujar Yuliot.

Kilang mini LNG tersebut memanfaatkan pasokan gas dari Wilayah Kerja Minyak dan Gas Madura Strait yang dikelola oleh Husky-CNOOC Madura Limited (HCML). Gas kemudian diproses menjadi LNG untuk mempermudah distribusi ke pembangkit listrik, kawasan industri, dan sektor ekonomi lainnya. Proyek ini dibangun dengan investasi sekitar Rp247 miliar dan memiliki kapasitas produksi sekitar 20 ton LNG per hari atau hampir 7.000 ton per tahun.

Yuliot menyatakan bahwa fasilitas ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha dalam mengembangkan teknologi pemanfaatan gas bumi, khususnya di wilayah penghasil gas. Ia juga menyoroti tingginya tingkat kandungan komponen dalam negeri (TKDN) dalam proyek tersebut. 

"Dari pengembangan teknologi, mini LNG ini menggunakan tingkat komponen dalam negeri atau TKDN yang cukup tinggi, sekitar 86% dari informasi yang kami terima. Jika dibandingkan dengan standar yang kita tetapkan sekitar 30-40%, capaian ini jauh di atas ketentuan. Tentu ini merupakan bagian dari kolaborasi teknologi. Tadi Mr Ambassador juga menyampaikan bahwa ini merupakan kolaborasi teknologi antara Indonesia dengan Galileo, perusahaan teknologi dari Argentina," jelasnya.

Di area seluas satu hektare, fasilitas ini mengoperasikan unit modular cryobox. Direktur Utama PT Likuid Nusantara Gas, Wira Rahardja, menyampaikan bahwa saat ini terdapat tiga mesin cryobox dari Galileo Technologies dan jumlahnya direncanakan bertambah menjadi lima.

"Teknologi ini kami pilih karena paling tepat untuk mini LNG. Selain mudah dipindahkan, proses instalasi dan pengoperasiannya juga relatif cepat. Ke depan akan ada lima cryobox, dengan kapasitas produksi sekitar 2.500 ton LNG per bulan," ujar Wira.

Teknologi cryobox memanfaatkan sistem Nano LNG Liquefaction, yaitu kombinasi prinsip Joule-Thomson dengan loop refrigerant tertutup berbasis propana. Sistem ini memungkinkan unit memulai produksi LNG sekitar lima menit dan mencapai kapasitas penuh dalam waktu sekitar 10 menit. Karakter modular tersebut membuat instalasi dapat diterapkan di lokasi industri atau pelabuhan kecil tanpa memerlukan infrastruktur permanen berskala besar.

Duta Besar Argentina untuk Indonesia, Gustavo Ricardo Coppa, menyatakan bahwa teknologi yang digunakan merupakan bagian dari solusi modular untuk mendukung transisi energi. 

"Melalui Galileo Technologies, Argentina menyediakan solusi modular dan efisien yang mendukung transisi energi. Proyek ini bukan sekadar menghadirkan fasilitas baru, tetapi juga merupakan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia, memperluas pilihan bahan bakar bersih, dan mengembangkan infrastruktur modern di wilayah kepulauan," jelasnya.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Proyek LNG

Index

Berita Lainnya

Index