Listrik Indonesia | Udara pegunungan yang sejuk menyelimuti kawasan Dieng saat Ramadhan tiba. Di sejumlah desa, warga berkumpul dengan suasana hangat, menunggu pembagian paket sembako yang menjadi bagian dari rangkaian Safari Ramadan 1447 H yang digelar PT Geo Dipa Energi (Persero).
Tahun ini, perusahaan panas bumi milik negara tersebut menyalurkan 10.115 paket sembako kepada masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. Paket itu dibagikan kepada warga di 16 desa yang tersebar di kawasan Dieng dan Patuha. Selain itu, GeoDipa juga memberikan santunan kepada 404 anak yatim dan keluarga kurang mampu.
Di kawasan Dieng, penyaluran paket sembako menjangkau 13 desa yang berada di tiga kabupaten, yakni Banjarnegara, Wonosobo, dan Batang. Beberapa desa penerima antara lain Karangtengah, Kepakisan, Dieng Kulon, Pekasiran, Bakal, Sikunang, Sembungan, Dieng, Jojogan, Patak Banteng, Pranten, serta Gerlang.
Penyaluran dilakukan pada 3 Maret 2026. Sebanyak 5.500 paket sembako dibagikan kepada warga, bersamaan dengan santunan bagi 154 anak yatim. Bagi sebagian keluarga, paket sembako tersebut menjadi pelengkap kebutuhan rumah tangga selama Ramadhan.
Kegiatan serupa juga berlangsung di kawasan Patuha, Kabupaten Bandung. Pada 5 Maret 2026, GeoDipa menyalurkan 4.615 paket sembako kepada warga di tiga desa, yakni Sugihmukti, Alamendah, dan Panundaan. Dalam kesempatan yang sama, santunan juga diberikan kepada 250 anak dari keluarga kurang mampu.

Direktur Utama GeoDipa Energi, Yudistian Yunis, mengatakan Safari Ramadhan merupakan kegiatan rutin yang selalu dihadirkan perusahaan setiap tahun. Menurutnya, Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk mengingatkan kembali tanggung jawab yang diemban perusahaan.
“Sebagai insan GeoDipa, kita memiliki amanah untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab perusahaan sesuai tujuan serta mandat yang diberikan oleh pemerintah. Melalui momentum Ramadhan ini, kita diingatkan untuk terus berbenah agar amanah tersebut dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Direktur Operasi dan HSSE GeoDipa Energi, Supriadinata Marza, menambahkan kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat di sekitar wilayah kerja.
Menurutnya, Safari Ramadan bukan sekadar kegiatan berbagi, tetapi juga ruang silaturahmi yang mempertemukan perusahaan dan warga dalam suasana kebersamaan.
Apresiasi atas kegiatan tersebut juga datang dari Pemerintah Kabupaten Bandung. Kepala Bapperida Kabupaten Bandung, Marlan, yang mewakili Bupati Bandung, menilai kehadiran GeoDipa tidak hanya berkaitan dengan pengembangan energi panas bumi, tetapi juga memberi kontribusi sosial bagi masyarakat.
Ia menyebut berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan telah membantu memperkuat pembangunan masyarakat sekitar.
“Momentum Ramadan tidak hanya menjadi sarana meningkatkan keimanan, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial serta hubungan antara perusahaan dan masyarakat,” katanya.
Bagi warga di Dieng dan Patuha, Safari Ramadan menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Di tengah aktivitas desa yang sederhana, kegiatan itu menghadirkan ruang berbagi dan kebersamaan, yang terasa semakin bermakna di bulan Ramadan.
