Cilegon Jadi Basis Baru Produksi Truk Listrik

Cilegon Jadi Basis Baru Produksi Truk Listrik
Ilustrasi Truk Listrik

Listrik Indonesia | Kerja sama strategis lintas negara kembali terjadi di sektor industri dan energi. Nusantara Halid Grup (NH Group) bersama Grand Seleron Indonesia (GSI) berhasil menggandeng Cang Kuang Mining Machinery (CKMM) untuk memindahkan fasilitas produksi mereka dari Changzhou, China ke Krakatau Industrial Estate, Cilegon, Banten.

Relokasi pabrik ini mencakup produksi truk listrik, alat berat, hingga tongkang bertenaga listrik dengan total nilai investasi mencapai Rp10 triliun. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat ekosistem industri kendaraan listrik dan alat berat di dalam negeri.

Direktur Utama PT Nusantara Halid, Andy Nursyam Halid, menjelaskan bahwa pihaknya juga mengajak sejumlah perusahaan pendukung untuk terlibat dalam proyek ini. Salah satunya adalah Global Mainstream Dynamic Energy Technology Ltd yang akan memasok sistem penyimpanan energi baterai (Battery Energy Storage) guna mendukung operasional CKMM di Indonesia.

Rencana investasi tersebut telah memasuki tahap konkret melalui penandatanganan Perjanjian Jual-Beli Lahan Industri (PJLI) antara PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) dan PT Almas Mandiri Anugerah (AMA), anak usaha GSI. Kesepakatan ini mencakup lahan seluas 8 hektare di kawasan industri Cilegon, yang ke depan akan dikembangkan hingga mencapai 50 hektare. Khusus untuk pengadaan lahan, nilai investasinya diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun.

Sebagai tindak lanjut kerja sama, jajaran manajemen KSI melakukan kunjungan langsung ke fasilitas produksi CKMM di Changzhou pada awal April 2026. Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau teknologi pengisian bahan bakar listrik untuk truk yang diklaim mampu mengisi daya dalam waktu satu jam untuk operasional hingga 12 jam.

Tak hanya itu, Nusantara Halid Grup juga tengah menjajaki kerja sama dengan perusahaan baja asal China, Hunan Iron & Steel Group (HISG). Kolaborasi ini bertujuan mendukung pasokan bahan baku baja bagi PT Krakatau Steel, yang nantinya akan digunakan dalam produksi kendaraan listrik dan alat berat di dalam negeri.

HISG sendiri merupakan salah satu produsen baja terbesar di Provinsi Hunan, dengan kapasitas produksi mencapai 30 juta ton per tahun. Perusahaan tersebut memiliki puluhan ribu karyawan serta aset dan pendapatan operasional yang signifikan.

Di sisi lain, NH Group juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan Global Mainstream Dynamic Energy Technology Ltd untuk mengembangkan pasar Battery Energy Storage di Indonesia. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi penyimpanan energi, sekaligus memperkuat infrastruktur pendukung industri kendaraan listrik nasional.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#kendaraan listrik

Index

Berita Lainnya

Index